LifeStyle

Kadar Gula Darah Tinggi Memperburuk Infeksi Covid-19

Kadar Gula Darah Tinggi Memperburuk Infeksi Covid-19

KOMPAS.com – Penyandang diabetes melitus perlu menjaga kadar gula darahnya tetap normal di masa pandemi. Sebab, kadar gula darah yang tinggi dapat memperburuk keparahan infeksi Covid-19.

Diabetes melitus termasuk penyakit kedua terbesar sebagai komorbid (penyakit penyerta) yang memperburuk infeksi Covid-19, setelah tekanan darah tinggi.

“Orang dengan diabetes memiliki risiko 3-4 kali lipat mengalami kefatalan bila terkena Covid-19. Kadar gula darah yang tinggi merusak tubuh dan membuat imunitas tubuh lebih rendah sehingga tidak optimal melawan infeksi,” kata dr.Roy Panusunan Sibarani Sp.PD-KEMD, dalam acara media diskusi “Diabetes di Tengah Pandemi Covid-19: Ancaman atau Bukan? Yang diadakan secara virtual (5/8).

Ia menjelaskan, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak tubuh, termasuk pembuluh darah. Selain itu, imunitas tubuh juga berkurang jika kadar gula darah selalu tinggi.

“Orang yang diabetes juga biasanya sudah berusia lanjut sehingga fungsi-fungsinya sudah jelek. Belum lagi kalau ada penyakit penyerta lain, seperti hipertensi, kolesterol, atau asam urat. Rentan terjadi perburukan,” papar Roy.

Kondisi tersebut bisa dicegah jika penyandang diabetes lebih waspada dan disiplin menjaga kadar gula darahnya berada dalam kisaran target. Rutinlah mengecek kadar gula darah.

“Jalankan empat pilar pengendalian diabetes, yaitu pola makan yang baik, olahraga teratur, minum obat sesuai anjuran dokter, dan edukasi. Ini penting untuk mencegah komplikasi. Tanpa komplikasi, diabetes bukan apa-apa,” ujarnya.

Takut berobat

Di masa pandemi ini, tantangan yang dihadapi pasien adalah kesulitan mendapat obat dan juga peningkatan stres.

“Selama 3 bulan pertama pandemi, pasien tidak berani berobat ke dokter. Sekarang sudah mulai kontrol lagi dan rata-rata kadar gulanya sangat tinggi,” kata Roy.