LifeStyle

Kenali PCOS, Kelainan Hormon yang Diderita Fitri Tropica

Kenali PCOS, Kelainan Hormon yang Diderita Fitri Tropica

VIVA – Fitri Tropica tengah berbahagia. Setelah melalui proses yang panjang dan lama, penantian untuk hamil dan segera memiliki anak akhirnya tiba. Fitri Tropica dikabarkan tengah berbadan dua setelah 5 tahun menikah dengan Irvan Hanafi pada 2014.

Seperti diketahui, Fitrop sapaannya sempat melalui proses pengobatan panjang. Setelah berhasil menyembuhkan tuberculosis (TB) kelenjar yang dideritanya, Fitrop sempat didiagnosa mengalami polycystic ovary syndrome (PCOS). Ini merupakan masalah kesehatan yang jadi salah satu penghambat Fitrop tak juga berbadan dua. Namun setelah menjalani banyak terapi, Fitrop akhirnya positif hamil.

Kabar bahagia itu tak henti-hentinya ia unggah dalam akunnya di Instagram. Hal ini tentunya merupakan suatu yang sangat ditunggunya. Bukan cuma kabar bahagia kehamilan yang dia unggah, Fitrop juga berbagi cerita tentang proses panjang yang dijalani untuk mengatasi masalah PCOS yang dialaminya. Dia juga menjelaskan, apa itu PCOS, dan apa penyebabnya lewat unggahan Insta Story miliknya.

Seperti dilansir dari Mayo Clinic, PCOS sederhananya ialah kelainan hormon yang umum terjadi pada wanita usia reproduksi. Wanita dengan PCOS mungkin memiliki periode menstruasi yang jarang atau berkepanjangan atau kelebihan kadar hormon pria (androgen).

Ovarium dapat mengembangkan banyak kumpulan kecil cairan (folikel) dan gagal melepaskan telur secara teratur. Penyebab pasti PCOS masih belum diketahui. Namun ada beberapa faktor yang berperan seperti salah satunya kelebihan insulin.

Jika sel-sel menjadi resisten terhadap insulin, maka kadar gula darah dapat naik dan tubuh Anda mungkin menghasilkan lebih banyak insulin. Kelebihan insulin dapat meningkatkan produksi androgen, menyebabkan kesulitan dengan ovulasi.

Postingan Fitri Tropica

Faktor lainnya yang juga berpengaruh ialah peradangan. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan produksi zat sel darah putih untuk melawan infeksi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita dengan PCOS memiliki jenis peradangan tingkat rendah yang merangsang ovarium polikistik untuk menghasilkan androgen, yang dapat menyebabkan masalah jantung dan pembuluh darah.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa gen tertentu juga memiliki kemungkinan terkait dengan PCOS. Beberapa gejala yang barus dicurigai ialah siklus menstruasi yang jarang, tidak teratur atau berkepanjangan. Di samping itu, ovarium juga mungkin membesar dan mengandung folikel yang mengelilingi telur. Akibatnya, ovarium mungkin gagal berfungsi secara teratur. (rna)