LifeStyle

Ketika Anak Punya Teman Khayalan, Ikutlah "Berkenalan"

Ketika Anak Punya Teman Khayalan, Ikutlah

KOMPAS.com - Ingatkah kamu pada sosok gajah bernama Bing Bong di film animasi Disney Pixar Inside Out?

Bing Bong digambarkan sebagai teman khayalan anak kecil bernama Riley yang menemaninya selama petualangan sepanjang film. Tak hanya di film, teman khayalan bisa juga terjadi di dunia nyata.

Satu hal yang pasti, teman khayalan mengindikasikan bahwa pola pikir anak begitu hidup dan kreatif. Wajar jika orangtua merasa khawatir ketika anak mereka mempunyai teman khayalan. Apakah itu normal?

Imajinasi anak tidak mengenal batas. Itu pula yang “mengundang” datangnya teman khayalan ke kehidupan mereka.

Biasanya, teman khayalan anak tergambar sebagai sosok dengan kepribadian lebih berani. Itulah mengapa mereka bisa merasa hidup semakin “seru” ketika ada teman khayalan.

Setidaknya 40 persen anak-anak pernah memiliki teman khayalan pada masa kecilnya. Dulu pada tahun 1990-an, teman khayalan dianggap sebagai alarm tanda bahaya mengindikasikan ada masalah psikologis.

Ada banyak justifikasi yang tergambar saat itu, mulai dari seorang anak dianggap kesepian hingga ketidakmampuan seorang anak untuk menerima kenyataan.

Namun, stigma yang terbentuk perlahan berubah. Justru teman khayalan dianggap sebagai tanda seorang anak yang kreatif, kehidupan sosialnya bagus, dan kemampuan verbal yang hebat.

Salah satu pemicu lain munculnya teman khayalan adalah saat anak merasa bosan. Dalam fase ini, anak akan memutar otak dan kreativitas mereka justru meningkat. Belum lagi ditambah dengan rasa ingin tahu anak yang seakan tak pernah berhenti setiap saat.

Wajarkah anak punya teman khayalan?