LifeStyle

Kinerja Merosot, Employee Gathering Dongkrak Etos Kerja Karyawan

Kinerja Merosot, Employee Gathering Dongkrak Etos Kerja Karyawan

KOMPAS.com – Saat ini employee gathering perlu dilakukan oleh perusahaan untuk menciptakan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan ( work life balance) karyawannya.

Ganapathi dalam E-Journal Ecodemica (2016) berjudul “Pengaruh Work-Life Balance Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan” menyebutkan, perusahaan dapat memenuhi kebutuhan karyawan untuk menyeimbangkan kehidupan dan pekerjaan.

Penelitian Purbaya Jati dalam Jurnal Administrasi Bisnis (Vol. 54 No. 1 Januari 2018) menunjukkan, penerapan program employee gathering oleh PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) berdampak kepada kinerja karyawan.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan, komunikasi yang terbentuk antara manajemen dengan karyawan menjadi kunci meningkatnya produktivitas.

Sebagai bentuk penghargaan bagi pekerjanya, employee gathering mendorong karyawan lebih produktif sekaligus memiliki kehidupan sosial yang seimbang.

Mewujudkan keseimbangan tersebut perusahaan dapat mengadakan employee gathering, yaitu kegiatan yang digelar pada waktu tertentu di satu lokasi, baik di dalam maupun luar ruangan.

Kustadi Suhandang dalam bukunya berjudul “Public Relations Perusahaan” (1973) mengemukakan manfaat kegiatan kebersamaan bersama karyawan yaitu membangun keserasian hubungan di antara para karyawan.

Dalam tulisannya, Kustadi menjelaskan keserasian hubungan yang terbangun baik vertikal maupun horizontal akan memperkuat tim kerja dalam suatu perusahaan.

Tak hanya itu, employee gathering mampu merangsang tumbuhnya ide-ide baru dan mengembalikan semangat karyawan yang sempat terkikis.

Employee gathering yang dirancang dengan menarik dapat meminimalkan konflik, sehingga hubungan antar karyawan kembali kondusif.

Sebaliknya, jika kegiatan tersebut tak dipersiapkan dengan matang, justru membuat karyawan bosan, sehingga tujuan merekatkan karyawan tak tercapai.

Berikut ini beberapa hal yang dapat disiapkan agar employee gathering berlangsung seru.

Lokasi

Menentukan lokasi merupakan hal penting untuk dilakukan karena berkaitan dengan biaya yang akan dikeluarkan.

Semakin jauh destinasi, maka semakin besar anggaran yang dialokasikan. Selain itu, tak ada salahnya memilih lokasi yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

Konsep

Selain lokasi, konsep gathering perlu dipikirkan matang-matang. Apakah sekadar menggelar karpet sambil makan bersama di sebuah kebun raya, outbond, atau menginap satu malam.

Asal tahu saja, kini beberapa tempat bahkan memiliki beragam paket outbound yang cocok untuk membangun karakter (character building) setiap anggota tim kerja yang ikut gathering.

Pemandu Acara Kreatif

Panitia employee gathering tentu harus mempersiapkan seorang pemandu acara (master of ceremony/MC) agar suasana semakin meriah dan tidak ‘garing’.

Seorang MC kreatif dapat memandu jalannya employee gathering dengan baik serta mampu mengajak peserta menikmati acara hingga selesai.

Makanan

Urusan perut juga tak boleh diabaikan, apalagi jika gathering dilakukan di luar ruangan dengan rangkaian aktivitas yang menguras tenaga.

Selain untuk mengisi perut, makanan juga punya peran sebagai pemersatu. Makanan dianggap sebagai bahasa pergaulan yang mempererat, bahkan bisa menyatukan kembali hubungan yang tak harmonis.

Jenis makanan ringan yang bisa dibawa bisa berupa buah, roti, kacang-kacangan, kuaci, dan biskuit.

Sedangkan makanan berat dengan berbagai menu bisa disiapkan dengan sistem potluck (saling sumbang).

Permainan

Selain sebagai sarana relaksasi dari rutinitas, gathering bermanfaat untuk memupuk keakraban. Salah satu caranya adalah lewat permainan.

Kegiatan yang menarik untuk diterapkan saat gathering misalnya tebak gaya, tebak suara, atau tahan ketawa.

Games tahan ketawa dikenal cocok untuk aktivitas bernuansa kebersamaan karena membuat acara semakin riuh dan seru.

Ilustrasi penggunaan speakerYakob Arfin Tyas Sasongko Ilustrasi penggunaan speaker
Speaker Portabel

Selain persiapan-persiapan tersebut, untuk menunjang kegiatan gathering juga diperlukan alat elektronik.

Speaker Polytron PTS 2K25 misalnya. Alat ini memudahkan pengguna untuk mengakomodir peserta gathering untuk berkumpul atau memberi arahan.

Memiliki fitur jaringan nirkabel, speaker portabel besutan dalam negeri itu dilengkapi handle (pegangan) dan wheels (roda) yang memudahkan untuk dibawa dan dipindah ke mana-mana.

Kualitas audio suaranya yang jernih serta dukungan teknologi XBR Woofer mampu menghasilkan bass yang jauh lebih mantap, detail, dan merata di semua posisi dengar.

Brand lokal asli Indonesia itu ditunjang dual power (built-in battery) dengan daya tahan baterai hingga 6 jam dan 2 wireless mic gratis dalam paket penjualan.

Dengan kedua fitur tersebut, speaker ini bisa digunakan di berbagai aktivitas baik di dalam maupun di luar ruangan.

Tak hanya itu, hadirnya PTS 2K25 dengan top panel control membuat pengguna lebih mudah dalam melakukan pengaturan super bass, volume, mode, maupun equalizer yang dapat diatur sesuai preferensi yaitu dengan fitur 5-Band User Equalizer.

Untuk pengaturan instan, Anda dapat menggunakan fitur otomatis 6 Presets Equalizer seperti rock, pop, classic, jazz, flat, dan outdoor.

Jika selama acara menggunakan keyboard atau gitar, PTS 2K25 pun memiliki fitur Band Input untuk mengeluarkan suara alat musik lebih keras dan mantap.

Dengan begitu kegiatan gathering jadi semakin lengkap sekaligus meriah.