LifeStyle

Manfaat Sinar Matahari Tetap Lebih Baik Ketimbang Suplemen Vitamin D

Manfaat Sinar Matahari Tetap Lebih Baik Ketimbang Suplemen Vitamin D

KOMPAS.com - Ketika bicara tentang paparan sinar matahari yang terlintas di pikiran adalah efek berbahaya sinar ultraviolet yang bisa menyebabkan kulit terbakar, kulit kering, hingga berbagai jenis kanker kulit, termasuk yang paling mematikan, melanoma.

Satu dekade lalu, masih banyak orang yang meyakini bahwa paparan sinar matahari bermanfaat bagi kesehatan tubuh, hingga akhirnya muncul tabir surya dan informasi yang terus-menerus terkait bahaya paparan sinar matahari.

Banyak orang akhirnya menghindari sinar matahari dan memilih suplemen vitamin D.

“Sebagian orang meninggal karena kanker kulit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari, tapi di sisi lain ada lebih dari 300 kematian yang disebabkan karena kekurangan sinar matahari.”

Demikian yang dipaparkan dalam buku Embracing the Sun, yang ditulis bersama pendiri Sunlight Institute, Dr. Marc Sorenson, yang telah lama memperkenalkan kembali manfaat kesehatan dari paparan sinar matahari.

Dibandingkan dengan suplemen vitamin D, paparan sinar matahari yang sebenarnya memiliki berbagai nutrisi yang ada dan tidak ada dalam suplemen makanan, di antaranya:

Vitamin D

Meskipun hadir dalam suplemen makanan, Vitamin D jauh lebih banyak bisa kita dapatkan dari sinar matahari.

Ini membantu dalam banyak fungsi kesehatan, mulai dari kesehatan tulang hingga peningkatan fungsi otak.

Vitamin D juga secara radikal mengurangi risiko penyakit autoimun, yang meliputi diabetes tipe 1 dan multiple sclerosis, dan bahkan mencegah osteoporosis, yang merupakan ‘kutukan’ bagi semua wanita.