LifeStyle

Miris, Lansia Sembuh COVID-19 Meninggal di RS karena Tak Dijemput Anak

Miris, Lansia Sembuh COVID-19 Meninggal di RS karena Tak Dijemput Anak

Sebuah kisah menyayat hati kembali terdengar di tengah pandemi COVID-19 yang menyerang hampir 200 negara di dunia. Kisah itu dibagikan oleh seorang warganet bernama Che Suriani Che Saufi.

Che bekerja sebagai seorang perawat di sebuah rumah sakit di Malaysia. Dia membagikan pengalamannya saat merawat seorang pria lansia yang terkena COVID-19.

Dikutip dari laman World of Buzz, pria itu dirawat berdasarkan instruksi Kementerian Kesehatan. Dikatakan bahwa pria tua itu sudah sembuh dari sakitnya dan berhasil mengalahkan virus jahat itu.

Setelah melakukan swab dan diuji negatif COVID-19, pria itu dibolehkan untuk pulang. Jika anggota keluarga lain akan sangat bahagia mendengar orangtua mereka sembuh dari COVID-19, tapi tidak dengan pria malang itu.

Che Surinai mengatakan, meski sudah dihubungi tidak ada satu pun anak laki-laki dari pria itu yang bisa menjemputnya pulang. Dan hal itu terjadi selama lebih dari dua hari.

"Kami menelepon keluarganya (anaknya) dan dia mengatakan jalau dia sibuk untuk menjemput ayahnya karena dia sedang bekerja. Kami menelepon anak laki-laki keduanya dan istri anaknya yang menerima, mengatakan kalau suaminya sedang sibuk tarawih dan tidak bisa datang. Kami mencoba meneleponnya lagi, tapi sambungannya sibuk," tulis Che Suriani.

Para petugas medis kemudian mencoba kedua kalinya untuk menelepon dua putra pria itu, tapi jawaban mereka masih sama. Situasinya pun menjadi semakin buruk, mereka bahkan mengancam untuk melapor polisi. Karena tidak punya pilihan lain, mereka pun menunggu dokter pria tua itu untuk mendapatkan saran.

Namun, hal yang tak terduga terjadi. Pria tua itu meninggal dunia sendirian di rumah sakit, tanpa keluarga atau teman di sampingnya.

Kali ini, ketika mendengar kabar ayahnya meninggal dunia, semua putranya langsung mendatangi rumah sakit. Hal itu membuat Che Suriani bertanya-tanya kemana mereka ketika dia mencoba menghubungi mereka sebelumnya.

Hingga saat ini, belum diketahui apa penyebab kematian sebenarnya dari pria lansia itu. Tapi, perlu dicatat bahwa informasi mengenai penyebab kematian pasien bersifat pribadi dan rahasia.