LifeStyle

Pesan di Balik Desain Kaus Gucci yang Bertuliskan "Impoten"

Pesan di Balik Desain Kaus Gucci yang Bertuliskan

KOMPAS.com - Kejutan besar di atas panggung mode Musim Gugur 2020 Gucci di Milan bukanlah berkurangnya busana print dan retro atau siluet "boyish", melainkan sebuah slogan yang tercantum pada satu kaus putih sederhana yang mereka tampilkan.

Pada kaus tersebut tertulis kata "Impotent/Impatient (Impoten/Tidak sabar)". Kaus tersebut merupakan bagian dari motif cetak ganda yang terinspirasi dari musisi punk, Richard Hell, yang juga memiliki desain kaus bertuliskan "Thank/Think (Terima kasih/Pikirkan)".

Apa pesan di balik desain kaus tersebut?

Dalam dunia pakaian pria, direktur kreatif Gucci Alessandro Michele menyampaikan bahwa menyatakan diri impoten (atau impatient alias tidak sabar) bukanlah sesuatu yang memalukan.

Koleksi tersebut menyuarakan tentang penolakan "toxic masculinity" atau maskulinitas beracun dan mengajak semua orang, baik laki-laki maupun perempuan, untuk menerima keindahan dirinya.

"Toxic masculinity pada faktanya adalah memelihara pelecehan, kekerasan, dan seksisme. Tidak hanya itu, tindakan itu sama dengan menyalahkan laki-laki untuk menyesuaikan kejantanan dirinya agar bisa diterima secara sosial," demikian isi siaran pers koleksi tersebut.

Singkatnya, pesan di balik desain kaus tersebut adalah "patriarki telah berakhir".

Gagasan itu beresonansi di seluruh koleksi Gucci terbaru ini, dengan pakaian rajut yang menyusut dan flare glamor yang memberi para model siluet lebih berkarakter seperti ilustrasi Aubrey Beardsley daripada Kapten Amerika.

Tentu saja, mengaburkan garis gender bukanlah gagasan baru di Gucci era Michele. Ini adalah sesuatu yang pernah ditampilkannya pada koleksi pertama untuk Gucci lima tahun lalu.

Jadi, anggaplah ini sebagai cara tegas untuk merayakan ulang tahun kelimanya, sekaligus menekankan pesannya tentang maskulinitas yang baru.