LifeStyle

Setelah China dan Israel, Indonesia Juga Akan Buat Vaksin COVID-19?

Setelah China dan Israel, Indonesia Juga Akan Buat Vaksin COVID-19?

Sejumlah peneliti di berbagai negara kini terus berupaya untuk menemukan vaksin untuk COVID-19. Sebelumnya, peneliti Israel disebut tengah melakukan sejumlah riset untuk menghasilkan vaksin tersebut.

Terbaru, China juga telah memulai percobaan klinis pada vaksin virus corona atau COVID-19. Vaksin ini dikembangkan oleh para peneliti yang dipimpin oleh seorang ahli biowarfare. Administrasi Produk Medis Nasional sebelumnya telah menyetujui tes untuk vaksin COVID-19 pertama di negara itu, yang dibuat oleh Akademi Ilmu Kedokteran Militer di Wuhan.

“Kami adalah komunitas masa depan bersama bagi umat manusia, dan vaksin adalah salah satu senjata ilmiah dan teknologi paling kuat untuk mengakhiri epidemi virus corona baru,” kata Chen Wei, pakar biowarfare militer terkemuka yang memimpin tim.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio, Indonesia saat ini juga sedang mengejar untuk membuat vaksin. Ia memaparkan bahwa dalam kondisi pandemik seperti ini, tidak boleh bergantung dengan vaksin dari luar negeri.

Dalam hitung-hitungannya, untuk mencegah penularan paling tidak dibutuhkan minimum 50 persen imunisasi dari total penduduk Indonesia untuk menciptakan blanket imunity. Artinya, paling tidak sebanyak 130 juta penduduk Indonesia harus mendapatkan vaksin. Setiap orangnya paling tidak harus divaksin sebanyak dua kali atau 260 juta dosis vaksin.

"Kalau satu dosisnya USD1 atau USD10  tinggal dihitung 260 juta itu bisa puluhan triliun. Kalau punya kemampuan sendiri bisa meng-cover dengan lebih murah," kata dia.

Lebih lanjut, Amin juga menjelaskan pada masa pandemi seperti ini setiap negara akan lebih mengutamakan kebutuhan vaksin untuk warga negaranya. Sehingga mereka akan lebih memilih untuk menyimpan vaksin tersebut. Jika dijual harga yang beredar juga bisa sangat mahal.

"Itu tidak practical, Indonesia harus bisa membuat vaksin sendiri, dan itu sudah kita mulai. Apa yang harus dilakukan, betul-betul bisa menciptakan herd imunity yang bisa menghentikan laju penyebaran virus," lanjut dia.