LifeStyle

Usai New Balance, Akankah Liverpool Pakai Jersey "Pasaran" dengan Nike

Usai New Balance, Akankah Liverpool Pakai Jersey

KOMPAS.com - Penggemar Liverpool khawatir jika pada musim kompetisi tahun depan, klub sepakbola mereka bakal memakai jersey yang "pasaran" seperti klub di banyak liga lain.

Pasalnya, setelah beralih dari Warrior ke New Balance, tahun depan The Reds bakal mengenakan jersey bikinan Nike.

Padahal, selama ini para pemain Liverpool -yang kini memuncaki liga Inggris, dikenal memiliki jersey ikonik yang khas, dan tak dimiliki banyak klub lain, baik saat Warrior maupun NB.

Tak hanya ikonik, kedua merek tersebut pun dinilai sukses merepresentasi penggabungan sejarah Liverpool dengan gaya masa kini, ke dalam sebuah paket jersey.

Bahkan, jersey kit tandang dan alternate mereka pun dikenal unik, -meskipun tidak selalu mendapatkan rasa yang sama bagi semua orang.

Tapi, setidaknya desain tersebut memiliki kombinasi warna yang tak biasa dengan pola yang menarik.

Sekarang, The Reds beralih ke Nike -sebuah merek ternama yang menjadi pegangan bagi banyak klub dunia.

Sebutlah, seragam Inter Milan, kaus tim nasional Brasil yang ikonik, juga kreasi untuk klub Juventus dan Barcelona, serta -tak lupa, jersey Nigeria yang sangat populer di Piala Dunia 2018.

Namun demikian, banyak jersey klub yang diproduksi Nike dalam beberapa musim terakhir terlihat sama dan "seragam", dan hanya mengandalkan perbedaan warna dan logo saja. 

Itulah yang membuat fans Liverpool khawatir, bahwa jersey kebanggaan mereka akan menjadi  "salah satu dari banyak" jersey Nike lain, dan diproduksi dalam jumlah besar.

Kendati demikian, kelihatannya kekhawatiran itu tak bakal terjadi. Apalagi, untuk pertama kalinya di era Liga Premier Inggris, jersey tersebut bakal dipakai oleh -hampir pasti- juara bertahan.