LifeStyle

Vape Berisiko Sebabkan Masalah Pernapasan dan Kesulitan Menelan

Vape Berisiko Sebabkan Masalah Pernapasan dan Kesulitan Menelan

KOMPAS.com - Pada awal kemunculannya, vape dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai opsi "sehat" rokok konvensional. Namun faktanya, vape tidak bebas dari bahaya kesehatan.

Temuan terbaru, para peneliti mengungkapkan bahwa penggunaan rokok elektronik atau vape bisa menyebabkan masalah pernapasan dan menelan pada kelompok remaja.

Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics, seorang perempuan remaja yang tidak memiliki asma atau penyakit pernapasan lain sebelumnya merasakan serak di tenggorokannya dan perasaan bahwa dia perlu membersihkan tenggorokannya sesering mungkin.

Dalam beberapa minggu, kondisi itu memburuk dengan hilangnya suara di pagi hari dan ia merasa seolah ada makanan bersarang di tenggorokannya.

Perempuan remaja itu kemudian mulai kesulitan menelan dan mulai menghindari makanan. Setelah diperiksa, dokter memastikan adanya pembengkakan moderat dan sebagian jalan napas tersumbat dengan lendir berwarna kekuning-kuningan tebal.

Remaja itu tidak memiliki riwayat gangguan autoimun, tidak melakukan perjalanan internasional, dan tidak terkena paparan hewan.

Dia juga tidak demam dan telah menerima semua imunisasi yang dijadwalkan. Tetapi ketika berbicara dengan dokter di Rumah Sakit Nasional Anak di AS, remaja itu mengaku menggunakan rokok elektronik rasa permen dan buah tiga sampai lima kali dengan teman-temannya selama dua bulan terakhir sebelum gejala yang dirasakannya muncul.

Menurut penulis studi, Michael Jason Bozzella, kekhawatiran pertama mereka adalah epiglottitis atau peradangan flap yang ditemukan di pangkal lidah yang mencegah makanan memasuki trakea.

“Pemakaian rokok elektrok oleh remaja ini adalah alasan yang paling masuk akal untuk diagnosis epiglottitis subakut ini, suatu kondisi yang dapat mengancam jiwa,” sambung Kathleen Ferrer dari rumah sakit anak sekaligus penulis senior laporan kasus tersebut.

Ferrer menambahkan, kasus yang tidak biasa ini menambah daftar efek toksik yang semakin meningkat yang disebabkan oleh aktivitas vape.