LifeStyle

Video di TikTok, Tak Sekadar Konten Lucu dan Viral

Video di TikTok, Tak Sekadar Konten Lucu dan Viral

KOMPAS.com – Membuat video di TikTok saat ini menjadi aktivitas yang digemari, terutama oleh generasi Z. Video berdurasi 15 detik di aplikasi ini kebanyakan menampilkan orang sedang menari dengan iringan lagu pilihan sendiri.

Di aplikasi ini kita bisa mengunggah dan juga menonton video-video seperti lip sync, pranks, meme, dan juga challenges.

Selama tahun 2019 ada beberapa gerakan tarian yang viral di Tiktok, salah satunya lagu “Salah Apa Aku” yang lagunya bisa sampai terbawa mimpi saking seringnya diputar di mana-mana.

Meski banyak yang menganggap membuat video TikTok adalah kegiatan buang-buang waktu dan “receh” tetapi nyatanya banyak orang tergila-gila dengan aplikasi video sharing asal China ini.

Hingga November 2019, TikTok telah diunduh 1.5 miliar kali. Dengan lebih dari 700 juta pengguna aktif harian menjadikan Tiktok sebagai fenomena budaya remaja secara global, setara dengan YouTube dan Instagram.

Di Indonesia, TikTok menempati urutan keenam aplikasi yang paling banyak diunduh di App Store dan Play Store.

Setiap hari, pengguna di Indonesia menghabiskan waktu sekitar 39 menit dengan lebih dari 100 video yang ditonton. Konten yang paling diminati yakni komedi, vlog, dan kecantikan.

Dibandingkan dengan media sosial lainnya, TikTok dianggap sangat dekat dengan tingkah laku anak muda.

Menurut profesor ilmu komunikasi dari Universitas Columbia, Joana Literat, TikTok merupakan gabungan dari banyak fitur media sosial.

“Aplikasi ini dapat membuat video pendek secara berulang sekaligus dapat dibagikan ke pengguna lain. Selain itu, Tiktok dapat menuangkan aspirasi Anda menjadi influencer terkenal layaknya di Instagram atau YouTube. TikTok juga memanfaatkan jaringan pertemanan seperti yang ada di Snapchat," jelas Literat.