Nasional

100 Anak Rusun Marunda Tak Bisa Sekolah, Sudin: Kalau Mau ke Rorotan, Masih Banyak Bangku Kosong

100 Anak Rusun Marunda Tak Bisa Sekolah, Sudin: Kalau Mau ke Rorotan, Masih Banyak Bangku Kosong

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Momon Sulaiman mengatakan sekolah-sekolah yang berada di kawasan Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara memang banyak diminati oleh warga.

Bahkan di jenjang sekolah dasar (SD) salah satu sekolah yakni SDN 05 Marunda, kuota siswa baru yang akan diterima di sana sudah penuh.

"Sekarang (SDN 05 Marunda) terima lima kelas kelas 1. Kalau nanti ditambah lagi otomatis tahun depan harus nambah juga," kata Momon saat dihubungi, Selasa (9/7/2019)

Setidaknya, kata Momon, apabila ada penambahan kelas, pihaknya harus memikirkan ketersedian ruang kelas hingga enam tahun ke depan saat siswa-siswa itu lulus sekolah.

Sementara itu, untuk jenjang SMP, di daerah Rusunawa Marunda ada SMPN 290 yang peminatnya juga cukup tinggi.

Namun, Momon menjelaskan untuk di sekolah tersebut masih terdapat 7 kursi yang tersedia bagi para siswa.

"Kalau SMP itu terima murid ada 180 orang, sampai hari ini yang diterima, yang daftar memenuhi syarat baru 173, Sehingga masih ada 7 lagi. Pendaftaran dibuka mulai besok," ucapnya.

Ia kemudian menyampaikan opsi-opsi yang bisa dipilih warga Rusunawa Marunda untuk menyekolahkan anak mereka.

Opsi yang pertama yaitu dengan menyekolahkan mereka di sekolah-sekolah lain yang berada di luar zonasi.

"Sebenarnya kalau mereka mau ke Rorotan, Cilincing masih ada beberapa sekolah dengan bangku kosong. Cuma mereka maunya dekat-dekat situ," ucapnya.

Opsi kedua yang memungkinkan yakni pihak Sudin akan mengusulkan ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk membuka Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di lokasi tersebut.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 100 anak di Rusunawa Marunda terancam gagal bersekolah tahun ini.

Jumlah 100 anak itu terdiri dari 61 anak yang gagal masuk SD karena usia mereka di bawah 7 tahun, sementara 39 anak SMP terancam tak bersekolah karena nilai mereka tak mencukupi.

Rencananya, warga Rusunawa Marunda akan menyurati Pemprov DKI, hingga Presiden Joko Widodo untuk menemukan solusi agar anak mereka dapat bersekolah di sekolah-sekolah yang berada di lingkuan mereka tinggal.