Nasional

6.486 WNI Pulang dari Malaysia Lewat Entikong, Semua Negatif Covid-19

6.486 WNI Pulang dari Malaysia Lewat Entikong, Semua Negatif Covid-19

JAKARTA, - Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kalimantan Barat, Viktorius Dunan mengatakan, pada Maret 2020 ada 6.486 WNI yang kembali pulang ke Indonesia.

Menurut pemerintah, para WNI yang baru pulang dari Malaysia itu dipastikan tidak ada yang menjadi suspek Covid-19.

"Pada Maret 2020, ada 6.486 orang WNI yang masuk ke Indonesia melalui PLBN Entikong. Dari 6.486 orang WNI itu, sampai sekarang belum ada yang terdeteksi tertular Covid-19," ujar Viktorius sebagaimana dikutip dari siaran pers Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Rabu (7/4/2020).

Dia melanjutkan, pemerintah memang memperketat aktivitas di pemeriksaan di PLBN.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19 yang disebabkan virus corona.

"Seperti yang dilaksanakan petugas pos PLBN Terpadu Entikong di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, petugas meminta kepada WNI yang baru pulang dari Malaysia yang kembali ke Indonesia untuk mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir sebelum melakukan pemeriksaan," ujar Viktorius.

Selain itu, kata Viktorius, barang bawaan WNI seperti koper juga mendapat perhatian agar tidak membawa virus Covid-19 ke Indonesia.

Menurut dia, barang bawaan tersebut disemprot disinfektan sebelum masuk ke Tanah Air.

"Disinfektan barang bawaan dilaksanakan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pontianak wilayah kerja PLBN Entikong," ujar Viktorius.

Selain dua langkah itu, para WNI juga harus melewati beberapa proses lainnya seperti pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal gun, wawancara tentang kondisi kesehatan.

Kemudian, pencatatan identitas, tujuan perjalanan dalam kartu kewaspadaan kesehatan (HAC), serta pemeriksaan dokumen keimigrasian dan kepabeanan.

Viktorius menuturkan, WNI yang sudah melewati semua proses tersebut dan mempunyai kondisi fisik sehat serta dokumen lengkap akan diperbolehkan melintas masuk ke Indonesia.

"Apabila kondisi fisik sehat dan dokumen lengkap maka dipersilakan melintas," kata dia.