Nasional

Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

JAKARTA, - Ahli Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan, fasilitas yang membuat sekelompok orang hidup bersama seperti asrama rawan menimbulkan klaster baru penularan virus corona ( Covid-19).

"Pesantren juga sama. Itu potensial jadi klaster. Pokoknya yang hidup bersama itu asrama, atau apa itu potensi menjadi klaster," kata Pandu pada Kompas.com, Jumat (10/7/2020).

Ia menanggapi soal 11 orang santri di Pesantren Gontor 2, Jawa Timur yang positif terjangkit Covid-19.

Kendati demikian, menurut Pandu, tidak masalah jika pesantren atau asrama lainnya tetap beroperasi selama pandemi Covid-19.

Asalkan, semua ketentuan protokol kesehatan dipatuhi bersama oleh warga pesantren ataupun asrama tersebut.

"Harus diterapkan protokol kesehatan," ujar dia.

Diketahui, jumlah santri Pondok Gontor 2 Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah empat orang.

Dengan demikian, total santri yang positif corona hingga Kamis (9/7/2020) mencapai 11 orang.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan, empat santri ini berasal dari Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Keempat anak ini sama seperti enam temannya yang kemarin. Terdeteksi RDT reaktif saat akan berangkat ke PP Gontor Kendari (bukan Ternate). Setelah dilakukan swab hasil PCR dinyatakan positif,” ujar Ipong saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (9/7/2020) sore.

Sama halnya dengan santri positif Covid-19 sebelumnya, empat santri baru berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Mereka tidak menunjukkan gejala klinis terpapar Covid-19 seperti demam, panas tinggi, atau pun sesak napas.