Nasional

Aksi Siswa Sekolah Intelijen Warnai Sidang Tahunan MPR

Aksi Siswa Sekolah Intelijen Warnai Sidang Tahunan MPR

Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, diselenggarakan pada hari ini, Jumat, 14 Agustus 2020. Sidang yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin berjalan lancar dan tertib.

Dalam sidang tersebut, penampilan Presiden Joko Widodo yang menggunakan pakaian adat provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menarik perhatian. Selain itu, yang juga menarik perhatian yakni orkestra dan paduan suara yang sangat padu membawakan lagu Indonesia Raya dan beberapa lagu nasional. Hal tersebut membuat suasana sidang menjadi lebih berwarna.

Ternyata, orkestra dan paduan suara yang tampil merupakan para siswa dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), yang merupakan binaan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan dan diasuh oleh Gubernur STIN Rodon Pedrason.

Semua personel yang memenang alat musik mengenakan masker, sementara paduan suara tidak mengenakan masker agar suaranya tetap jelas terdengar ketika menyanyikan lagu.

Mereka pun duduknya menjaga jarak satu dengan lainnya sekitar 1,5 meter sebagai upaya penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

"Kami bangga mewakili STIN dan Badan Intelijen Negara bisa tampil bisa tampil dalam Sidang Tahunan MPR yang diadakan setahun sekali," ujar salah satu personel orkestra STIN di kompleks Parlemen, Jakarta.

 Jokowi Pakai Baju Adat Sabu NTT di Sidang MPR 2020, Aura Keemasan

Menurutnya, pihaknya melakukan berbagai persiapan untuk mengikuti Sidang Tahunan MPR kurang lebih satu pekan. "Gladi kotor dan gladi bersih hari Rabu dan Kamis kemarin," ucapnya.

Taruna itu juga mengatakan membawa total 48 orang untuk bermain orkestra dalam kegiatan sidang pertama yang dilakukan dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB.

“Untuk total keseluruhan 48 orang, dari paduan suara, dari orkestra dan dari Drum Corpse,” ujar taruna itu yang juga berposisi sebagai penabuh bas drum itu.

Secara rinci, drum corpse berjumlah 12 orang, 1 dirijen utama, 1 penabuh bass drum, 2 orang penabuh drum tenor, 2 penabuh snare drum dan 5 peniup terompet.

Diketahui, pembentukan orkestra STIN itu berawal dari pengembangan UKT Taruna Band menjadi Brass Band pada 17 Maret 2017 dengan menambahkan alat musik tiup. Selanjutnya, dengan penambahan alat musik gesek pada 9 Februari 2019, Brass Band berkembang menjadi mini orkestra.

Kemudian, pada 13 Mei 2020, mini orkestra bertransformasi menjadi orkestra tipe A yang disahkan namanya menjadi Gita Mahaswara Orchestra oleh Gubernur STIN Mayjen TNI DR. rer Pol Rodon Pedrason, pada 30 Mei 2020.

Walaupun secara keseluruhan tidak memiliki dasar memainkan alat musik sebelumnya, dengan berlatih bersungguh-sungguh mereka telah membuktikan mampu menampilkan yang terbaik pada penampilan perdana pagi ini di hadapan anggota MPR/DPR, Presiden dan Wapres, dan tamu undangan. Mereka hanya berkekuatan 30 orang mengacu protokol kesehatan COVID-19 jaga jarak menyesuaikan dengan lokasi yang ada.

Pembentukan orkestra dan paduan suara ini untuk menjadikan STIN sebagai world intelligence class. Selama latihan, orkestra dan paduan suara dilatih oleh para pelatih profesional yang dipimpin oleh Marthin Tupanno (pelatih konduktor dan vokal serta arranger), Hari Santosa (pelatih vokal dan arranger), David Santoso (pelatih biola dan arranger), Peltu Suhono (composer), Pelda Surono (pelatih terompet), Serma Sutomo (pelatih clarinet), Serma Pintoro (pelatih saxophone), Demas Bagus (pelatih combo) dan Rully (pelatih cello dan contra bass).