Nasional

Bertambah 231, Kini Jumlah Kasus Positif COVID-19 di DKI Capai 12.526

Bertambah 231, Kini Jumlah Kasus Positif COVID-19 di DKI Capai 12.526

Kurva kasus positif Corona COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta masih memperlihatkan kenaikan sebanyak 231 kasus dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, jumlah kumulatif sementara kasus positif di Ibu Kota sebanyak 12.526 kasus.

"Dari jumlah tersebut, 8.036 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 659 orang meninggal dunia," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia di Jakarta, Senin, 6 Juli 2020.

Pun, sejauh ini ada 493 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit. Lalu, 3.340 orang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Sedangkan, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 511 orang. Kemudian, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 731 orang.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR, dengan membangun Laboratorium Satelit COVID-19, berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu.

Lalu, ada juga di RSKD Duren Sawit sejak 9 April 2020 dan membangun jejaring dengan 45 laboratorium pemeriksa COVID-19.

Secara kumulatif, pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) sampai dengan 5 Juli 2020 sebanyak 344.439 sampel. Pada 5 Juli 2020, dilakukan tes PCR pada 3.234 orang, 2.748 di antaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 231 positif dan 2.517 negatif.

Sementara, untuk testing rate pada pemeriksaan PCR di Jakarta yang dilakukan sejak 1 Maret 2020, adalah 15.946 tes per 1 juta penduduk. Dalam periode 1 pekan terakhir yaitu 29 Juni-5 Juli 2020, telah dilakukan 2.397 tes per 1 juta penduduk per minggu.

"Jumlah ini telah melebihi target WHO 1.000 tes per 1 juta penduduk per minggu, dengan positivity rate testing PCR seminggu terakhir yaitu 5,66 persen," lanjutnya.

Kata dia, terdapat sebanyak 251.264 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif COVID-19 sebesar 3,5 persen. Rinciannya 8.700 orang dinyatakan reaktif COVID-19 dan 242.564 orang dinyatakan non-reaktif.

"Untuk kasus positif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR dan apabila hasilnya positif dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah," katanya.

BPK Pertanyakan Produksi Kalung Antivirus Corona: Kok Bukan Bio Farma?