Nasional

Cairkan Tensi Politik, Relawan Jokowi dan Prabowo Dipertemukan

Cairkan Tensi Politik, Relawan Jokowi dan Prabowo Dipertemukan

VIVA – Bentrokan massa dengan aparat yang menelan korban jiwa usai pengumuman rekapitulasi nasional Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus menjadi pembelajaran politik. Perbedaan pandangan politik diharapkan justru tak meruncingkan polarisasi yang merugikan kepentingan umum.

Hal ini yang menjadi perhatian sekelompok orang yang tergabung dalam Jaringan Kemandirian Nasional atau Jaman. Tensi politik yang memanas terkait persaingan di pilpres harus diredakan dengan merangkul relawan pendukung capres petahana Jokowi dengan rivalnya, Prabowo Subianto.

"Sudah saatnya kita merajut kembali persatuan dan kesatuan, dan melupakan segala perbedaan," ujar Ketua Umum DPP Jaman, Iwan Dwi Laksono, di Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.

Iwan menekankan cara pihaknya yaitu merangkul dan mempertemukan pendukung dua kubu lewat acara buka puasa bersama yang digelar di salah satu tempat di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis hari ini. Ia mengingatkan penting untuk menyatukan perpecahan yang sudah muncul sejak kampanye hingga pascapengumuman rekapitulasi nasional pilpres.

"Perbedaan pilihan dalam Pilpres 2019, tidak harus berujung pada perpecahan. Pasalnya, proses pemilu dan pileg dianggap telah usai sejak ditetapkan KPU 21 Mei 2019 lalu," tutur Iwan.

Menurut dia, bila ada yang tak puas maka bisa menempuh jalur konstitusi. Ia mengapresiasi cara kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang akan menggugat pilpres lewat jalur Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun, ia menyoroti agar agar tim pemenangan dari dua kubu juga bisa bijak. Artinya, tak perlu melontarkan pernyataan yang justru memperkeruh dan menambah tensi. "Kita minta sudahilah, jangan lagi berbicara yang bisa memercikkan gesekan di masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan relawan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Anies Fauzan mengapresiasi cara Jaman merangkul dua kubu dengan agenda bukber. Ia sepakat saat ini yang terpenting bisa legawa dengan menanggalkan baju masing-masing demi persatuan.

"Kami meminta baik kader internal kami, dan relawan 01, mulai saat ini kita sama-sama menanggalkan baju masing-masing," ujarnya.

Kata dia, saat ini yang ada adalah 03 yaitu persatuan Indonesia. Bukan lagi polarisasi dengan tetap menggunakan pendukung 01 atau 02.

"Saya sepakat tidak ada lagi 01 dan 02, yang ada adalah 03 untuk persatuan Indonesia. Saatnya kita sebagai anak-anak muda melanjutkan cita-cita bangsa dengan memanfaatkan momen Ramadan dan menjelang fitri untuk pererat silaturahmi," jelasnya. (sah)