Nasional

DPR Sebut Harga Pangan Stabil dari Ramadan hingga Pasca Lebaran

DPR Sebut Harga Pangan Stabil dari Ramadan hingga Pasca Lebaran

VIVA – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana mengakui terjadinya kestabilan harga pangan saat bulan suci Ramadan dan hari raya lebaran ini.

Hal tersebut, diketahuinya dari hasil kunjungan yang dilakukan anggota dewan di beberapa pasar. 
Meski stabil, Azam melanjutkan, daya beli masyarakat lebih rendah dibandingkan saat bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri 2018.

Diakuinya, situasi ini secara tak langsung berpengaruh dengan stabilitas politik Indonesia. Stabilitas harga pangan ini terutama bisa meredam gejolak politik pascapengumuman pemenang Pemilu oleh KPU pada 21 Mei 2019 lalu.

"Sebab, stabilitas pangan goyang. maka akan menaikkan eskalasi politik. Tapi buktinya tidak, masyarakat tenang," kata Azam di Jakarta, Rabu 12 Juni 2019.

Pendapat serupa disampaikan Direktur Riset Lembaga Kajian Visi Teliti Saksama, Nugroho Pratomo. Dia memastikan, kenaikan harga pangan yang terjadi selama bulan Ramadan masih dalam konteks yang wajar karena ada peningkatan permintaan. Meski begitu, baginya, pemerintah tetap berhasil mengendalikan kenaikan harga pangan.

“Memang, ada kenaikan. Tapi, masih dalam konteks wajar karena ada peningkatan permintaan. Kalau dalam data BPS, kenaikan harga pangan terjadi pada Juni 2019,” kata Nugroho.

Menurut dia, kestabilan harga dan ketersediaan pangan ini telah memberikan iklim yang sejuk pada situasi politik Indonesia. Ini tak lepas dari kinerja Kementerian Perdagangan yang mampu menjaga ketersediaan bahan pokok dengan harga yang relatif stabil.

“Isu ketersediaan pangan pada dasarnya merupakan salah satu isu yang cukup sensitif. Bagusnya hal ini memperoleh perhatian pemerintahan Jokowi,” kata dia.

Nugroho mencatat setidaknya sudah 3 tahun berturut-turut perayaan Idulfitri, harga bahan pokok bisa dikendalikan.

“Namun khusus tahun 2019, hal tersebut menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan masa kampanye politik. Harga stabil maka dapat dikatakan bahwa pemerintahan Jokowi sekali lagi terbukti berhasil mengendalikan harga kebutuhan pokok selama Ramadan dan menjelang Idul fitri,” kata Nugroho.

Di kesempatan berbeda, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan harga-harga kebutuhan pangan  terkendali dan stabil pada periode Ramadan dan Lebaran 2019.

Enggar mengatakan, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pasokan menjadi salah satu alasan kestabilan harga-harga pada periode ini, meski terdapat peningkatan permintaan.

"Ketersediaan dan pengendalian harga akan terus berlangsung sampai sepanjang tahun. Kita betul-betul membuat keseimbangan suppy and demand," kata Menteri Enggar yang mengakui, adanya kenaikan beberapa harga bahan kebutuhan pokok, meski dalam tataran normal. (EP)