Nasional

Kakorlantas: Tol Jakarta-Merak Rawan Kecelakaan

Kakorlantas: Tol Jakarta-Merak Rawan Kecelakaan

VIVA - Kakorlantas Irjen Pol Istiono mengecek jalur tol Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak. Hasilnya, masih banyak ditemukan transportasi umum menaikkan dan menurunkan penumpang di bahu jalan dan bisa membahayakan bagi kendaraan lainnya.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan pengelola jalan tol dan Patroli Jalan Raya (PJR) di bawah pimpinannya untuk menertibkan bus yang menaikkan dan menurunkan penumpang (natupang) di jalan tol.

"Titik rawan kecelakaan di ruas tertentu yaitu di jalan tol yang kadang-kadang bus umum berhenti di bahu jalan, itu yang rawan. Kita antisipasi itu, kita ingatkan. Nah, ini momentum bersamaan dengan operasi patuh. Nah di titik spot itu, di jalur Jakarta-Merak atau sebaliknya, ada titik kebiasaan masyarakat umum turun di situ, itu yang kita antisipasi," kata Istiono ditemui di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Rabu, 30 Juli 2020.

Masih Pandemi COVID-19, Polisi Larang Takbir Keliling di Jakarta

Pria yang pernah menduduki Dirlantas Polda Banten periode 2007-2008 ini paham betul kondisi arus lalu lintas di Bumi Jawara. Sehingga dia meminta jajaran lalu lintas mengantisipasi puncak arus mudik, arus balik dan libur Idul Adha. Di mana, masyarakat akan menuju lokasi wisata dan bisa terjadi kemacetan arus lalu lintas.

Terlebih saat ini, pandemi COVID-19 belum juga reda. Sehingga seluruh institusi dan masyarakat umum harus bersama-sama menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularannya.

"Hari Sabtu Minggu kemungkinan mereka melakukan wisata, di tempat-tempat wisata, nah ini diterapkan protokol kesehatan," katanya.

Istiono menerangkan kalau Polda Banten menerjunkan 285 personelnya dibantu oleh TNI untuk mengamankan dan mengatur arus lalu lintas menuju Pelabuhan Merak dan lokasi wisata lainnya. Begitupun mengingatkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Meski tidak melarang, namun Istiono mengaku telah meminta jajarannya untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 dengan hadirnya wisatawan dan arus mudik Idul Adha 2020.

"Dari petugas semua sudah siap, kekhawatirannya penularan COVID-19, itu yang harus kita jaga, karena Jakarta sendiri zona merah. Kalau (warga dari) Jakarta menuju Sumatera itu statusnya sudah ODP, penularan ke lokasi lain baiknya dihindari," katanya.