Nasional

Komnas HAM Minta Hakim Tak Abaikan Pengakuan Lutfi soal Penyiksaan Polisi

Komnas HAM Minta Hakim Tak Abaikan Pengakuan Lutfi soal Penyiksaan Polisi

JAKARTA, - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara meminta hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak mengabaikan pengakuan Lutfi soal penyiksaan polisi saat diminta memberi keterangan di Polres Jakarta Barat.

"Kami minta kepada hakim pengadilan supaya tidak mengabaikan fakta-fakta persidangan. Termasuk soal pengakuan Lutfi yang disiksa saat proses penyidikan," ujar Beka kepada wartawan usai mengisi diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020).

Komnas-HAM meminta hakim benar-benar memperhatikan fakta yang diungkapkan Lutfi.

Beka menilai pengakuan itu memiliki dampak serius karena berkaitan dengan kekerasan aparat penegak hukum.

Sebab, kata dia, penegak hukum tidak boleh melakukan kekerasan saat sedang mencari Informasi.

"Selain itu, kita telah meratifikasi konvensi anti-penyiksaan PBB. Merujuk kepada hal itu sudah jelas bahwa informasi yang diperoleh melalui kekerasan itu batal demi hukum," tegas Beka.

Karena itu, Komnas-HAM saat ini terus memantau proses persidangan kasus Lutfi.

Menurut Beka, pihaknya secara langsung belum pernah bertemu Lutfi.

Namun, komunikasi dengan pihak keluarga Lutfi sudah pernah dilakukan.

"Kemarin ibu Lutfi juga sudah menyampaikan ada kekerasan yang diterima oleh anaknya," tambah Beka.

Diberitakan sebelumnya, Lutfi Alfiandi, pemuda yang fotonya viral karena membawa bendera di tengah aksi demo pelajar STM, mengaku dianiaya oknum penyidik saat ia dimintai keterangan di Polres Jakarta Barat.