Nasional

Profil Ketut Masagung, Putra Pendiri Toko Buku Gunung Agung yang Wafat

Profil Ketut Masagung, Putra Pendiri Toko Buku Gunung Agung yang Wafat

Kabar duka datang dari keluarga pendiri Toko Buku Gunung Agung. Putra dari Haji Masagung, Ketut Masagung, diketahui wafat di RS VU NC Amsterdam pada 4 Januari 2020 pukul 15.35 waktu setempat.

Ketut Masagung wafat di usia 50 tahun karena penyakit jantung. Lalu siapa sosok Ketut Masagung? Dilansir dari berbagai sumber, Ketut Masagung merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.

Dia hidup bersama sang ayah dan ibunya Aju Agung hingga usia 13 tahun lalu pergi ke Amerika untuk menempuh pendidikan sekolah. Sedangkan kedua kakaknya, menempuh pendidikan di Singapura.

Di usia 16 tahun, Ketut Masagung melanjutkan pendidikan menengahnya dengan masuk sekolah asrama katolik di San Fransisco. Saat menempuh pendidikan menengah pertama di Amerika, diketahui sang ibunda meninggal dunia. Ketika usianya 20 tahun, sang ayah meninggal. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan tidak melanjutkan pendidikan perguruan tingginya.

Anak Pendiri Toko Buku Gunung Agung, Ketut Masagung Meninggal Dunia

Darah entrepreneur-nya didapat dari sang ayah yang merupakan pendiri dari Toko Buku Gunung Agung. Ia mengaku, dulu sering diajak almarhum Haji Masagung mengunjungi toko buku tersebut.

Ketut Masagung juga diketahui menikah di usia muda, yakni di usia 22 tahun pada 1991. Pernikahan Ketut Masagung hanya bertahan selama 6 tahun saja. Dari buah pernikahannya, ia dikaruniai 2 orang anak laki-laki yang menempuh pendidikan di bidang bisnis di Amerika.

Sebelum menikah pada tahun 1991, Ketut Masagung diketahui menjadi mualaf dan memeluk agama Islam mengikut jejak sang ayah. Mualafnya Ketut Masagung membuat almarhum sang ayah begitu bahagia dan menyebut bahwa hal tersebut merupakan kado ulang tahun ke-60 yang berharga baginya.

Pada tahun 1986, sang ayah memberikan saham toko buku agung kepada tiga putranya termasuk Ketut Masagung. Namun tidak lama setelah sang kakak, Putra Agung, memutuskan untuk mundur dari Grup Gunung Agung, Ketut Masagung juga memilih mundur dari bisnis tersebut dan mendirikan toko buku sendiri, Toko Buku Walisongo.

Selain Toko Buku Walisongo, Ketut disebut-sebut memiliki bisnis pembibitan pohon. Beberapa tahun belakangan ini, karena kecintaannya pada alam, mendorong Ketut Masagung mengembangkan proyek pembibitan pohon yang terletak di sisi kiri jalan tol Jagorawi ke Bogor. Ia menyediakan lahan untuk pembibitan pohon albizia saman untuk mencegah polusi udara.

Ketut Masagung juga merupakan pemilik hotel Niko yang kini bernama Pullman Hotel dan Gedung Wismanusantara. Ia juga terjun di bidang politik dan merupakan ketua bidang penggalangan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).