Nasional

Sandiaga Nilai Kasus COVID-19 di Indonesia Sangat Mengkhawatirkan

Sandiaga Nilai Kasus COVID-19 di Indonesia Sangat Mengkhawatirkan

Ketua Relawan Indonesia Bersatu (RIB) Lawan COVID-19, Sandiaga Salahuddin Uno, menyebut Indonesia sedang berada pada titik yang paling menentukan. Sebab, kasus infeksi COVID-19 kembali naik sejak beberapa hari terakhir.

“Ini sinyal yang sangat mengkhawatirkan dengan meningkatnya jumlah infeksi. Kita ada di titik-titik paling menentukan,” katanya saat membagikan ratusan paket sembako kepada sejumlah warga terdampak COVID-19 di kawasan Kecamatan Cilodong, Depok, pada Jumat, 10 Juli 2020.

Dia mengimbau masyarakat untuk tetap mendukung program pemerintah dengan mematuhi protokol kesehatan. RIB akan membantu meringankan beban masyarakat sekalian mengingatkan mereka untuk disiplin mempraktikkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Sandiaga berjanji, dia bersama RIB Lawan COVID-19 akan terus memberikan bantuan kepada keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Ia menyebut, bantuan itu bentuk koordinasi RIB Lawan COVID-19 bersama pemerintah dan dunia usaha, dalam memberikan jaring pengaman sosial kepada warga yang belum mendapatkan bantuan. Selama ini, menurut catatan Sandi, sebanyak 15 hingga 20 persen warga yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Selain gencar memberikan bantuan, Sandiaga juga aktif mendukung program rapid test, tracing, dan threating. “Kami juga melakukan gerakan membantu ekonomi keluarga. Ini yang paling ditunggu, karena sekarang ini, setelah tiga bulan melawan COVID-19, keadaan ekonomi masyarakat harus menjadi prioritas dari penyelamatan wabah ini,” ujarnya, didampingi sejumlah relawan Jokowi Mania Nusantara.

Ketua Umum Jokowi Mania Nusantara Immanuel Ebenezer mengapresiasi bantuan sembako yang diberikan Sandiaga Uno. Menurutnya, para relawan akan terus bekerja sama dengan RIB dalam mencegah penyebaran wabah COVID-19.

“Saya ucapkan terima kasih atas bantuan sosial yang diberikan kepada warga yang membutuhkan, terutama guru honorer, buruh harian lepas, dan pengurus masjid di lingkungan ini,” katanya.