Nasional

Sekolah di Kalbar Siap Tatap Muka Agustus, Persiapannya Tak Main-main

Sekolah di Kalbar Siap Tatap Muka Agustus, Persiapannya Tak Main-main

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengatakan, proses belajar tatap muka akan dimulai 1 Agustus 2020. Kabupaten kota yang wilayahnya dalam kriteria berada di zona hijau atau nol kasus COVID-19 bisa melaksanakan belajar tatap muka namun dengan mematuhi protokol kesehatan.

"Untuk kabupaten kota yang kriteria zona hijau mulai 1 Agustus akan dilaksanakan kegiatan tatap muka. Tapi sebelum belajar tatap muka dimulai, para tenaga pengajar terlebih dahulu kita swab, dan kegiatan belajar juga harus mematuhi protokol kesehatan," ujar Sutarmidji kepada VIVA pada Kamis, 23 Juli 2020.

Ia melanjutkan bahwa kegiatan belajar tatap muka akan dimulai dari kelas 12 atau kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA). Siswa yang akan mengikuti belajar tatap muka terlebih dahulu akan di-swab. Termasuk tenaga pengajar yang akan mengajar juga akan dilakukan swab.

"Apabila nanti dilakukan swab ada siswa  yang reaktif, maka kegiatan belajar tatap muka akan di istirahatkan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Horisson mengatakan mendukung rencana pelaksanaan sekolah tatap muka pada tanggal 1 agustus 2020. Dinas kesehatan diminta oleh gubernur untuk melaksanakan swab test kepada guru dan petugas penunjang di seluruh sekolah baik negeri maupun swasta.

"Hari ini kita mulai melaksanakan swab test di  SMA-N1 Pontianak. Dan selanjutnya sekolah-sekolah yang lain juga akan dilakukan swabs test. Kemudian Dinkes Kota Pontianak juga melaksanakan swab test terhadap guru di SMPN1 Pontianak," kata Horisson.

Horisson menambahkan bahwa pelaksanaan swab test juga akan segera dilaksanakan di sekolah sekolah di Kalbar yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan kabupaten kota masing-masing. Setelah Guru yang di swab test, selanjutnya rapid test akan dilaksanakan kepada murid sekolah.

"Metode yang digunakan dengan rapid test antigen di mana rapid test nya tidak menggunakan darah tetapi dengan memgambil sampel lendir atau swab di tenggorokan. Siswa yang akan kita periksa pertama adalah siswa kelas 12 dan siswa kelas 9,"katanya.

Lebih lanjut kata Horisson, dengan pelaksanaan rapid test itu diharapkan nanti yang melaksanakan kegiatan tatap muka pada proses belajar mengajar di sekolah adalah yang benar-benar tidak sedang membawa virus COVID-19. Jadi sekolah dapat dengan aman menjalankan aktivitas belajar mengajar," tuturnya.

Bupati Jember Faida Dimakzulkan, Warganya Malah Bersorak