Nasional

Soroti Kalung Anti Corona, Fahri: Mungkin Virus Takut Bau Tertentu

Soroti Kalung Anti Corona, Fahri: Mungkin Virus Takut Bau Tertentu

Kalung antivirus Corona menjadi perbincangan hangat di masyarakat setelah Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian mengeluarkan kalung berbahan eucalyptus yang diklaim bisa membunuh virus SARS-CoV-2 itu. Bahkan, wacananya kalung itu diproduksi secara massal mulai Agustus 2020.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora, Fahri Hamzah berpendapat bisa saja kalung Anti-Corona itu menjadi salah satu obat penyembuhan yang ditemukan di Indonesia.

"Mungkin dia (virus) takut dengan bau-bau tertentu mungkin saja. Tapi jangan mencemooh! biar saja dia buktikan jangan-jangan obat ini memang nanti akan ditemui di Indonesia yang kaya raya, yang lautnya kaya, hutannya kaya, memang jangan-jangan ketemunya di kita, biarkan jangan mencemooh, jangan-jangan memang itu temuan," ucap Fahri saat live bareng VIVA di Instagram @vivacoid, Senin, 6 Juli 2020.

Fahri meminta agar lembaga pemerintah seperti Bio Farma atau universitas yang memiliki laboratorium untuk melakukan pengecekan pada kalung Anti-Corona. Sebab, menurutnya Indonesia memiliki keistimewaan dengan berbagai sumber daya yang dimiliki.

"Kalau benar kenapa tidak memang solusinya dari negara kita, kan negara kita ini diberikan luar biasa apa keistimewaan keberlimpahan Matahari sebagai sumber daya tahan tubuh itu kearifan lokal mungkin saja kita temukan," katanya.

Kemungkinan obat COVID-19 ditemukan di Indonesia menurut Fahri sangat besar sebab masih banyak obat-obatan lokal yang belum ditemukan dan diketahui masyarakat luas.

"Asalkan gerakan semua orang positif biar orang ikut menemukan, rakyat yang menemukannya nanti jangan negara sok tahu, negara doang yang bisa mengerjakan ini, rakyat tahu ada jamu, empon-empon, ada akar kayu ada segala macam ini keajaiban apa namanya obat-obatan lokal kita ini belum ditemukan banyak sekali, itu yang menjadi salah satu PR kita ke depan kita," pungkasnya.

 BPK Pertanyakan Produksi Kalung Antivirus Corona: Kok Bukan Bio Farma?