Nasional

Tayangan Asing TVRI 0,06 Persen, Direksi Sebut Tak Sefantastis Laporan Dewas

Tayangan Asing TVRI 0,06 Persen, Direksi Sebut Tak Sefantastis Laporan Dewas

JAKARTA, - Direktur Program dan Berita TVRI, Apni Jaya Putra mengatakan, siaran program asing di TVRI sebenarnya sangat sedikit.

Menurut Apni, porsi jam tayang program asing di TVRI sepanjang 2019 hanya 0,06 persen.

"Jumlah program asing yang tayang di TVRI bukanlah sefantastis seperti yang dilaporkan oleh Dewan Pengawas," kata Apni dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2020).

"Tahun 2019, jumlah program asing yang tayang hanya 478 jam atau hanya 0,06 persen dari jumlah jam tayang TVRI yaitu 7.847 jam setahun atau kira-kira 8,000 jam per tahun," ujar dia.

Lagipula, menurut Apni, siaran program asing itu merujuk pada visi Dewan Pengawas yang menginginkan TVRI menjadi lembaga penyiaran publik (LPP) berkelas dunia.

" Dewas TVRI dalam visinya mengamanatkan TVRI sebagai worldclass public broadcasting. Karena itu TVRI membuka hubungan lagi dengan internasional, baik government to government maupun business to business," ucapnya.

Oleh karena itu, dia menyebutkan, kerja sama TVRI dengan menayangkan program Discovery Channel merupakan kebijakan strategis demi mewujudkan visi tersebut.

Selain Discovery Channel, Apni mengatakan TVRI juga membuka kerja sama dengan Deutsche Welle Jerman, China Media Group, dan NHK Jepang.

Soal kerja sama dengan Discovery Channel, Apni menjelaskan TVRI membeli hak siar 200 jam untuk 2019 dan 100 jam untuk 2020.

"Kerja sama dengan Discovery adalah kerja sama strategis. TVRI membeli program 200 jam dengan harga 800 dollar AS per jam atau sekitar Rp 12 juta untuk tahun 2019 dan 2020 hanya 100 jam," kata Apni.

"Dalam MoU, Discovery bersedia mendistribusikan program terbaik TVRI, termasuk kerja sama produksi," ujar dia.