Nasional

Visa Jemaah yang Gagal Umrah Diupayakan Gratis

Visa Jemaah yang Gagal Umrah Diupayakan Gratis

JAKARTA, - Anggota Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis akan mengupayakan penggratisan pengurusan visa bagi jemaah umrah yang batal berangkat setelah ada kebijakan larangan umrah sementara dari pemerintah Arab Saudi.

"Kalau cuma visa, kami akan bicara dengan kedutaan supaya yang sudah dapat visa karena lewat batas waktu itu nanti tidak bayar, gratis. Kami akan perjuangkan, gratis saja, karena duitnya sudah masuk ke mereka kan," kata Iskan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/2/2020).

Selain itu, lanjut Iskan, DPR akan berusaha juga membantu jemaah yang reservasi hotelnya sudah hangus karena gagal berangkat.

Termasuk bantuan penjadwalan ulang hotel untuk jemaah lain yang belum berangkat.

"Kemarin yang tanggal 27 tidak jadi berangkat kemudian hotelnya di sana hangus itu perlu kita bantu. Kalau yang lain kan bisa kita reschedule," ungkap Iskan.

"Kalau kerugian kebanyakan itu adalah visa. Ini bisa kita negosiasikan dengan Saudi Arabia supaya bisa gratis. Insya Allah bisa gratis dari Saudi Arabia," lanjut dia.

Diberitakan, kekhawatiran Pemerintah Arab Saudi terhadap meningkatnya jumlah pengidap virus corona atau Covid-19 di seluruh dunia membuat pemerintah berbasis kerajaan itu mengambil langkah melarang seluruh kegiatan umrah dari warga negara yang diduga terjangkit virus corona untuk sementara waktu.

Bahkan, Indonesia yang hingga kini mengklaim belum ada satu pun warga negaranya yang positif virus yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China itu, turut menjadi satu dari 23 negara yang dilarang Arab Saudi untuk masuk.

Kompas.com melansir keterangan resmi yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi melalui akun Twitter resmi mereka.

Selain umrah, larangan juga ditujukan bagi warga yang ingin menuju Masjid Nabawi maupun yang hendak melakukan kunjungan wisata lainnya.

Pemerintah Saudi menyebut, langkah yang dilakukan negaranya sebagai sebuah antisipasi tertinggi, guna mendukung langkah Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, dalam memberantas dan mencegah penyebaran virus ini.