Olahraga

Corona Bikin Olimpiade Ditunda, Maharatu Bulutangkis Dunia Kecewa

Corona Bikin Olimpiade Ditunda, Maharatu Bulutangkis Dunia Kecewa

Virus Corona atau yang dikenal COVID-19 masih mewabah di berbagai negara. COVID-19 juga berimbas kepada bulutangkis dunia. Pasca BWF World Tour Super 1000, All England Open 2020, sederet turnamen ditunda.

Sementara itu, baru-baru ini kembali diumumkan bahwa Olimpiade 2020 Tokyo resmi ditunda. Olimpiade 2020 sedianya berlangsung pada 24 Juli mendatang. Namun, karena masih maraknya wabah Virus Corona, akhirnya disepakati untuk melakukan penundaan selama satu tahun.

Keputusan itu diambil setelah Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) bertemu secara virtua, Selasa 24 Maret 2020.

Ditundanya Olimpiade Tokyo menjadi tahun depan, turut dikomentari Maharatu Bulutangkis Dunia, Carolina Marin. Tentu ada rasa kecewa bagi Marin, mengingat ia telah mempersiapkan diri sejak awal Januari.

Meski demikian, walaupun di tengah pandemi COVID-19, namun Carolina tetap menjaga kebugarannya. Ia berlatih di rumah sambil mengunggah guyonan berlatih untuk persiapan Olimpiade.

Akhir pekan! Siap untuk Tokyo 2020 (1)," tulis Carolina di akun Instagramnya.

Carolina terakhir berlaga di All England Open 2020, namun ia gagal meraih gelar juara. Sejauh ini, ia rutin mengikuti sederet turnamen sejak Malaysia Masters awal Januari lalu.

Meski kerap tampil kompetitif, Carolina belum mencicipi gelar juara hingga detik ini. Kekalahan paling menyakitkan di kampung halaman sendiri yaitu, Spain Masters 2020.

Sekadar informasi, Carolina punya pengalaman pahit di Indonesia Masters 2019. Ia harus absen kurang lebih tujuh bulan di semua ajang bulutangkis dunia. Carolina mengalami cedera Anterior Cruciate Ligaments (ACL) saat bertarungan dengan pebulutangkis India, Saina Nehwal di final Indonesia Masters bulan Januari juga.

Kala itu, Carolina baru bermain dengan angka 10-4. Namun gelar juara melayang karena cedera yang dialami.

Selama masa perawatan, pemegang tiga gelar juara dunia dan juara Olimpiade 2016 itu terpaksa berkali-kali harus mengubur mimpinya untuk naik podium juara, lebih dari lima turnamen besar bulutangkis dunia dilaluinya tanpa bisa berlaga.

Mulai All England Open Badminton Championships 2019, Malaysia Open 2019, Singapore Open 2019, Indonesia Open 2019, Thailand Open 2019. Bahkan dia harus merelakan mahkota juara bertahan Japan Open 2019 melayang.

Baca: ?Corona Makin Mengganas, Jonatan Christie: Waktunya untuk Merenung