Olahraga

Cukupkah Aktivitas Fisik Harian Tanpa Olahraga?

Cukupkah Aktivitas Fisik Harian Tanpa Olahraga?

JAKARTA, KOMPAS.com - Gaya hidup sehat memang sedang tren di kalangan warga kota besar belakangan ini. Tetapi beberapa orang masih setengah-setengah melakukannya.

Banyak orang misalnya, berolahraga rutin 3-4 kali seminggu, namun tidak diimbangi dengan pola makan yang benar dan pikiran yang tenang.

Ada juga mereka yang tidak menyempatkan waktu berolahraga karena merasa sudah cukup melakukan aktivitas fisik seperti jalan kaki ketika mencari makan siang.

Meskipun aktivitas fisik sehari-hari seperti mencuci mobil, membersihkan rumah, atau berkebun itu sangat baik, namun ada manfaat lebih yang bisa didapatkan jika seseorang mau berolahraga.

“Olahraga itu patokannya adalah adanya peningkatan denyut jantung atau heart rate yang berarti tubuh kita sudah bekerja lebih daripada kegiatan kita sehari-hari,” kata Dr Sophia Hage, spKO dalam acara bincang kesehatan bersama Fits.id, Rabu (10/7/2019).

Dr. Sophia Hage, spKONia Kinassh Dr. Sophia Hage, spKO
Ia menerangkan bahwa olahraga jangan hanya dilakukan kalau sempat saja, melainkan dijadikan sebagai gaya hidup.

Menurutnya seseorang membutuhkan olahraga minimal 150 menit dalam satu minggu, seperti melakukan aerobik, lari, berenang, menari, bersepeda, atau latihan kardio.

Bagaimana bila kita tidak terbiasa berolahraga?

“Bagi pemula, jangan memaksakan diri dulu. Biasakan olahraga 20 sampai 30 menit sehari selama 3 atau 5 hari seminggu sesuai kemampuan, baru habis itu tingkatkan lagi durasinya. Yang paling penting tentukan waktunya sesuai kegiatan sehari-hari,” ujar Dr Sophia.

Selain kegiatan olahraga kardio seperti yang disebutkan di atas, Dr Sophia juga menyarankan agar kita melakukan latihan kekuatan otot.

Latihan ini tidak harus dilakukan dengan beban berat atau menjadi anggota gym. Kita bisa mengakalinya dengan berat tubuh sendiri atau kalistenik.

“Contohnya seperti mengangkat beban sendiri misalnya push up, squat, atau plank. Latihan ini bisa diselang-seling dengan latihan kardio,” lanjutnya.

Selain kegiatan olahraga yang disarankan oleh Dr. Sophia, kita juga sebaiknya menjaga asupan makanan sehat, dan mengatur waktu makan dan olahraga.

“Kalau kita abis makan terus langsung olahraga, nanti bisa jadi kram atau bisa pusing, karena ketika kita selesai makan aliran darah larinya ke saluran pencernaan. Jadi sediakan waktu 1 hingga 2 jam sebelum atau sesudah makan untuk olahraga,” ujarnya.

Adapun, dalam acara bincang kesehatan dengan topik: Be Active, Eat Well Stress Less itu, Dr. Sophia Hage, spKO, juga menyebutkan bahwa olahraga dapat menjadi salah satu dari beberapa langkah untuk hidup sehat dan bebas dari stress.

“Sayangi dan kenali diri sendiri. Kalau sudah tahu kapasitas, kelebihan, dan kekurangan diri, kita akan sayang sama diri sendiri. Dari rasa sayang itu mulai berpikir untuk mengonsumsi yang baik-baik untuk tubuh. Harus mulai olahraga supaya sehat, harus rajin medical check up dan mulai cari cara untuk stress reliever buat diri sendiri,” saran Sophia. (Rahayu Kurnia Kinasih)