Olahraga

Dalam 5 Detik, Sirkuit Ini Berubah Mirip Medan Perang

Dalam 5 Detik, Sirkuit Ini Berubah Mirip Medan Perang

VIVA – Banyak orang menganggap, balap adalah olahraga paling berbahaya di dunia. Bisa dibayangkan, apa yang terjadi saat seseorang melaju di atas mesin dengan kecepatan lebih dari 300 kilometer per jam.

Namun ternyata, ajang balap saat ini jauh lebih aman dari zaman dulu. Banyaknya kecelakaan yang terjadi di masa lampau, membuat produsen dan panitia membuat aturan yang lebih ketat soal keselamatan.

Salah satu contoh parahnya kecelakaan saat balapan di zaman dulu, adalah yang terjadi di Kota Le Mans, Prancis. Dilansir dari Thrillist, Selasa 13 Agustus 2019, peristiwa yang terjadi pada 1955 itu bermula, saat tengah digelar balap mobil ketahanan 24 jam.

Tidak kurang dari seperempat juta orang hadir untuk menyaksikan balapan selama satu hari tanpa henti tersebut. Sirkuit yang digunakan adalah  Circuit de la Sarthe. Memiliki panjang 13 kilometer dan 38 tikungan, sirkuit ini sangat dikenal oleh pembalap masa itu.

Circuit de la Sarthe

Salah satu siksaan yang diberikan pada kendaraan, adalah jalur lurus sepanjang enam kilometer. Setiap pembalap rata-rata menghabiskan 85 persen waktu mengelilingi sirkuit ini, dengan menginjak pedal dalam-dalam.

Tragedi Le Mans 1955 terjadi, saat mobil Jaguar yang dikemudikan Mike Hawthorn sedang bertarung dengan Mercedes-Benz tunggangan Juan Manuel Fangio. Pada putaran ke-35, Hawthorn yang baru saja mendahului Austin-Healey milik Lance Macklin, memutuskan untuk mengisi bahan bakar.

Posisi mobil Hawthorn yang tadinya di kiri, usai mendahului Macklin langsung diarahkan ke sisi kanan. Hawthorn kemudian menginjak pedal rem sekuat-kuatnya, agar bisa masuk jalur pit.

Macklin yang kaget dengan manuver Hawthorn, refleks memutar setir ke sisi kiri. Tanpa ia sadari, dari belakang meluncur mobil Mercedes-Benz milik Pierre Levegh. Tabrakan keras pun terjadi, hingga mobil Levegh terlontar ke udara.

Kecelakaan di Circuit de la Sarthe

Mobil tersebut kemudian pecah di udara, membuat komponennya terbang ke arah penonton. Tubuh Levegh terlempar ke aspal, sementara puing mobilnya menghantam ratusan orang yang sedang asyik menyaksikan balapan. Semua terjadi dalam waktu kurang dari lima detik.

Api kemudian berkobar hebat, dan sulit dipadamkan karena bodi mobil yang terbuat dari magnesium ikut meleleh. Cipratan lelehan itu bahkan mengenai beberapa penonton. Menurut beberapa saksi, pemandangan saat itu tampak seperti medan perang, karena banyak mayat berserakan.

Total ada 83 korban tewas, sementara ratusan menderita luka serius. Usai kejadian itu, Mercedes-Benz menarik diri dari dunia balap, hingga akhirnya kembali muncul di 1989.