Olahraga

Di Perancis, "Lighsaber" Sudah Dianggap Sebagai Olahraga Resmi

Di Perancis,

PARIS, KOMPAS.com - Bagi para penggemar Star Wars, mungkin ini merupakan sebuah kabar baik. Lightsaber, senjata khas dalam cerita fiksi itu, telah diakui sebagai olahraga resmi, setidaknya di Perancis.

Federasi Anggar Perancis (FFE) telah resmi mendaftarkan lightsaber atau pedang cahaya, sebagai salah satu senjata yang digunakan dalam cabang olahraga ini, selain floret (foil), degen (epee), dan sabel (sabre).

Kini, dengan lightsaber sebagai pilihan senjata keempat, Federasi Anggar Perancis mengharapkan dapat menarik minat atlet-atlet baru untuk bergabung dan menekuni olahraga ini.

"Ketika dunia fiksi berubah menjadi olahraga, maka itu menjadi sesuatu yang positif," kata Olivier Hanicotte, kepala proyek lightsaber di FFE.


Dilansir AFP, Hanicotte menceritakan, awal mula ide untuk memasukkan lightsaber ke dalam cabang olahraga anggar berawal dari Amerika Serikat pada 2013-2014, sebelum permainan pedang itu populer di anggar Perancis.

"Kemudian federasi mengambil alih untuk menyusun aturan dan pengamannya, karena pada satu titik, ada sejumlah masalah keamanan dengan orang-orang tidak perlu mengenakan pelindung wajah atau pengaman," ujarnya.

FFE bahkan telah mendirikan akademi lightsaber sendiri untuk menyiapkan pelatihan, mengatur kompetisi, serta memastikan keamanannya.

Hanicotte mengatakan, idenya bukanlah untuk menemukan cara unik agar menarik orang-orang kepada anggar tradisional, melainkan bagaimana mengembangkan sebuah olahraga khusus.

Dan strategi tersebut tampaknya telah membuahkan hasil, karena hanya dalam jangka waktu dua tahun, jumlah anggota yang dihitung oleh FFE telah bertambah hingga empat kali lipat, yakni sekitar 1.200 orang dan 92 klub.

Untuk dapat meresmikan lightsaber sebagai olahraga baru, FFE telah menciptakan empat disiplin berbeda. Pertama, tempur lightsaber, di mana para atlet akan bergerak di arena berbentuk lingkaran.

Kedua, pertandingan koreografi, di mana atlet akan bersaing dalam gerakan yang akan dinilai oleh panel juri.

Ketiga, "kata", di mana atlet akan bersaing dalam gerakan sempurna seperti dalam taichi.

Dan keempat, pertempuran tim, yang secara eksplisit menggunakan cerita dalam film sebagai kerangka. Disiplin ini paling populer di kalangan anak-anak.

"Meski pada dasarnya memiliki sejumlah kesamaan dengan anggar tradisional, namun tujuannya cukup berbeda," kata Hanicotte.

"Ada sejumlah gerakan yang jelas menyerupai olahraga anggar, tetapi kami telah mengaturnya melalui sebuah konvensi yang memungkinkan atlet untuk lebih dekat dengan penggambaran yang dibayangkan oleh para penggemar," ujarnya.

Salah satu klub olahraga anggar lightsaber berada di kota Lyon, yang didirikan oleh Mathieu Dhennin (32), yang juga menjadi instruktur lightsaber.

"Mereka yang ikut dalam kelas saya mulai dari anak-anak usia 10 tahun hingga orang dewasa berusia 40-50 tahun, yang telah menjadi penggemar Star Wars sejak film pertama," kata Dhennin.

"Gerakan yang kami gunakan dengan lightsaber sangat dekat dengan yang digunakan dalam anggar, tetapi ada juga gerakan yang dipinjam dari olahraga pertarungan lainnya," imbuh Dhennin.