Olahraga

Fakta Mengerikan Bulutangkis Dunia, Perang 3 Negara Sebelum COVID-19

Fakta Mengerikan Bulutangkis Dunia, Perang 3 Negara Sebelum COVID-19

Mewabahnya Virus Corona menjadi pekerjaan rumah (PR) di berbagai negara. Virus bernama COVID-19 ini juga berimbas ke bulutangkis dunia.

Seyogyanya, hari ini tengah dilangsungkan BWF World Tour Super 750 Malaysia Open 2020, 31 Maret sampai 5 April 2020, namun turnamen ini ditunda akibat COVID-19.

Mengulas soal Malaysia Open, ada fakta menarik di 2019. Hanya ada tiga negara yang berlaga di partai final. Ketiga negara itu adalah China, Taiwan dan Jepang.

Dari lima sektor partai final, empat diisi oleh pebulutangkis China. Hanya Tunggal putri yang mempertemukan Taiwan versus Jepang.

Terhitung ada 12 pebulutangkis China berlaga di final. Tiga partai tersaji All Chinese Finals yaitu ganda campuran, ganda putri dan tunggal putra. Sedangkan ganda putra China berhadapan dengan Jepang di laga tersebut.

Final pertama, mempertemukan monster bulutangkis dunia, Zheng Siwei/Huang Yaqiong kontra Wang Yilyu/Huang Dongping. Siwei/Yaqiong sukses menyabet gelar juara usai menang dua game langsung.

partai kedua, ganda putri China, Chen Qingchen/Jia Yifan menghadapi Du Yue/Li Yinhui. Qingchen/Yifan menang dua game langsung.

partai ketiga, raja raksasa bulutangkis dunia, Lin Dan berhadapan dengan Chen Long. Kala itu Lin Dan menang lewat rubbergame.

Partai keempat, ada ratu bulutangkis Taiwan, Tai Tzu Ying berhadapan dengan Akane Yamaguchi dari Jepang. Tzu Ying menang dua game langsung.

Terakhir, musuh bebuyutan Kevin/Marcus dari China, Li Junhui/Liu Yuchen berhadapan dengan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. China menang dua game di laga ini.