Olahraga

Kisah Menyedihkan Para Pebulutangkis Indonesia Sebelum Pandemi Corona

Kisah Menyedihkan Para Pebulutangkis Indonesia Sebelum Pandemi Corona

Mewabahnya Virus Corona menjadi pekerjaan rumah (PR) di berbagai negara. Virus bernama COVID-19 ini juga berimbas ke bulutangkis dunia.

Seyogyanya, hari ini tengah dilangsungkan BWF World Tour Super 750 Malaysia Open 2020, 31 Maret sampai 5 April 2020, namun turnamen ini ditunda akibat COVID-19.

Mengulas soal Malaysia Open, ada fakta menyedihkan di 2019, seluruh pebulutangkis Indonesia yang turun di sana hancur. Tak ada satupun wakil Indonesia yang lolos ke final pada April tahun lalu.

Bukan hanya itu, yang paling menyedihkan di partai perdana tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting keok. Ia dihancurkan Kenta Nishimoto dari Jepang lewat drama rubbergame.

Pada babak kedua, giliran Tommy Sugiarto yang tumbang. Ia dihabisi Lu Guang Zu lewat drama rubbergame.

Begitu juga dengan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dihabisi rekan senegara mereka, Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari dua game langsung. Selain itu, Gregoria Mariska Tunjung tumbang di partai yang sama dua game langsung. Ia dikalahkan ratu bulutangkis Thailand, Ratchanok Intanon.

Babak 16 besar, giliran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang takluk. Mereka dihabisi Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow lewat rubbergame. Setelah itu perjuangan Owi/Winny kandas.

Babak perempatfinal, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon ikut tumbang. Mereka kalah dari Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto lewat rubbergame.

Begitu juga dengan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang kalah dari Li Junhui/Liu Yuchen lewat drama rubbergame.

Semifinal membara, Jonatan Christie menelan pil pahit. Ia dihabisi pebulutangkis China, Chen Long lewat rubbergame. Sedangkan Fajar/Rian tumbang di tangan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang dua game langsung.