Olahraga

Kocak, Ekspresi Raja Superseries Belajar Bahasa Mandarin saat COVID-19

Kocak, Ekspresi Raja Superseries Belajar Bahasa Mandarin saat COVID-19

Virus Corona terus mewabah, Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi negara-negara yang terdampak virus COVID-19 tersebut.

Bulutangkis dunia juga terdampak, sederet turnamen ditunda akibat mengganasnya COVID-19. Terakhir diselenggarakan adalah BWF World Tour Super 1000, All England Open 2020 11-15 Maret lalu.

Pebulutangkis top dunia tengah menjalani masa isolasi mandiri, banyak di antara mereka yang mejalani latihan sendiri di rumah.

Raja superseries, Viktor Axelsen memberikan kabar terbaru seputar aktivitasnya di media sosial. Diam-diam saat pandemi ini ia belajar bahasa Mandarin.

Meski demikian, Axelsen yang baru saja menjuarai All England Open terlihat lucu saat melafalkan bahasa China itu lewas video singkat yang diunggahnya.

"Belajar dengan lidah China baru! Cara yang bagus untuk menghabiskan waktu di rumah," tulis Axelsen, Rabu 1 April 2020.

Postingan ini menuai komentar lucu dari para netizen. Ditonton 14.883 lebih dan ratusan komentar. "Mulut itu luar biasa," tulis salah seorang teman Axelsen bernama nickyandersen.

Seperti diketahui, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) memutuskan untuk menunda rangkaian turnamen hingga 12 Aprill 2020. “BREAKING: BWF telah membatalkan semua Tur Dunia BWF dan turnamen lainnya yang disetujui BWF mulai dari 16 Maret-12 April,” tulis BWF, Sabtu 14 Maret 2020 dilansir dari akun resmi Twitter mereka.

Adapun deretan turnamen yang menjadi korban Covid-19 hingga 12 April ada empat. Pertama ada Swiss Open Super 300 (17-22 Maret 2020).

Turnamen kedua adalah India Open Super 500 (24-29 Maret 2020). Ketiga Malaysia Open Super 750 (31-05 April 2020).

Selanjutnya, Singapura Open Super 500 (07-12 April 2020). Selain itu ada tambahan yaitu Badminton Asia Championships, bahkan Piala Thomas dan Uber juga ditunda. Begitu juga degan Olimpiade Tokyo 2020 juga ikut ditunda.

Baca: Kisah Jonatan Christie Bikin Dua Raja Bulutangkis Dunia Terkapar