Olahraga

Terdampak Pasca All England, Pebulutangkis Indonesia: Pandemi Gila

Terdampak Pasca All England, Pebulutangkis Indonesia: Pandemi Gila

Virus Corona atau COVID-19 terus mewabah, pemerintah dibantu berbagai elemen terus menangani virus tersebut.

Bulutangkis dunia juga terdampak virus ini. Sederet turnamen menjadi korban, terakhir para atlet berlaga di BWF World Tour Super 1000, All England Open 2020, 11-15 Maret lalu.

Pebulutangkis Indonesia sendiri, pasca berlaga di Birmingham Arena, Inggris langsung menjalani isolasi mandiri. Mereka sempat diisolasi di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.

Kondisi tanpa turnamen tampaknya membuat pebulutangkis Indonesia, Gloria Emanuelle Widjaja gerah. Ia bahkan menyebut pandemi gila.

"Very boreeddd wth situation like this. Crazy pandemic," tulis Gloria dikutip VIVA di akun Instagramnya, Kamis 9 Juli 2020.

Sementara itu, kabar dari Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) mengumumkan ada 13 turnamen yang ditunda, termasuk Indonesia Open. Sebanyak empat turnamen Grade 2 dan sembilan turnamen Grade 3 akan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Berikut daftar turnamen bulan Mei-Juli yang ditunda:

Turnamen internasional Grade 2:

- Australian Open 2020 (2 – 7 Juni)

- Thailand Open 2020 (9 – 14 Juni)

- Indonesia Open 2020 (16 – 21 Juni)

- Russian Open 2020 (7 – 12 Juli)

Turnamen Grade 3, Turnamen Junior dan Turnamen Para Badminton:

- Denmark Challenge 2020 (7-10 Mei)

- Slovenia International 2020 (13 – 16 Mei)

- Latvia International 2020 (28 – 31 Mei)

- Vietnam International Challenge 2020 (2 – 7 Juni)

- RSL Lithuanian International 2020 (4 – 7 Juni)

- Canada Para Badminton International 2020 (9 – 14 Juni)

- Russian International Junior White Nights 2020 (25 – 28 Juni)

- White Nights 2020 (1 – 5 Juli)

- All England Junior Badminton Championships 2020 (16 – 19 Juli)

 Duh, Pandemi Bikin Bidadari Bulutangkis Australia Makin Mempesona