Olahraga

Tragisnya Nasib Pembantai Raja-raja Bulutangkis Dunia di Thailand

Tragisnya Nasib Pembantai Raja-raja Bulutangkis Dunia di Thailand

VIVA – Sungguh tak disangka raja ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty terpaksa mengubur mimpi menjadi juara dunia akibat batal tampil di BWF World Championships 2019, Basel, Switzerland.

Pemegang ranking 12 dunia itu tak bisa turun tanding di Kejuaraan Dunia karena Chirag diterpa badai cedera. Chirag mengalami cedera akibat melakoni 5 pertarungan berat di Thailand.

"Satwik dan saya tidak akan berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia BWF tahun ini karena cedera yang kami bawa melalui Thailand Terbuka. Kami bisa saja bermain di Worlds tetapi ada risiko memperburuk cedera dan kehilangan turnamen di masa depan. Dan setelah berdiskusi dengan para pelatih dan Physios kami, kami memutuskan untuk melewatkannya dan fokus pada rangkaian acara tur dunia berikutnya yang akan diadakan pada bulan September di Cina dan Korea," kata Chirag dalam siaran resminya.

Gagalnya Satwiksairaj/Chirag berlaga di BWF World Championships 2019 tentu amat sangat disayangkan. Apalagi nama mereka sedang lagi naik setelah tampil luar biasa di BWF Super 500, Thailand Open 2019.

Di turnamen berhadiah total 350.000 Dolar AS itu Satwiksairaj/Chirag benar-benar membuat dunia bulutangkis gempar. Di turnamen ini mereka mendapatkan gelar pembunuh raja. Bagaimana tidak, mereka berhasil merebut gelar juara dari tangan ranking 4 dunia, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Tak itu saja, mereka juga menghajar 2 juara dunia ganda putra.

Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty

Raja bulutangkis dunia pertama yang mereka tumbangkan ialah Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol. Juara dunia ganda putra 2014 itu dipermalukan di semifinal melalui pertandingan lebih dari satu jam. Raja tua bulutangkis dunia itu dilibas dengan angka 22-20, 22-24 dan 21-9.

Lalu, raja ganda putra dunia kedua yang dikalahkan adalah Juara Dunia 2018, Li Junhui/Liu Yuchen. Duo China pemegang ranking 3 dunia itu dipecundangi di final juga dalam waktu yang tak singkat, tercatat mereka membutuhkan waktu selama 1 jam 2 menit untuk mengalahkan Li/Liu dengan poin 21-19, 18-21 dan 21-18.

Hebatnya lagi, mereka mencetak rekor menjadi pasangan India pertama yang menjuarai sektor ganda putra Thailand Open.

Sebenarnya jika dilihat dari sepak-terjang mereka sepanjang 2019 ini, duo India ini berpeluang menciptakan kejutan di Kejuaraan Dunia. Namun lagi-lagi, kadang harapan tak sesuai kenyataan karena takdir berkata lain.

Memang selama berduet, Satwiksairaj/Chirag mereka tampil buruk Kejuaraan Dunia. Tercatat mereka sudah dua kali lho turun di ajang ini. Di BWF World Championships 2017 mereka hanya mampu berlaga di babak 64 besar saja, setelah dikalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty

Lalu di tahun 2018 mereka berhasil setingkat lebih baik, sebab berhasil melaju ke babak 32 besar sebelum akhirnya dilumat raja bulutangkis Eropa, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmusen.

Untuk sementara ini, Chirag masih harus menjalani perawatan untuk memulihkan cederanya. Sedangkan Satwiksairaj tetap akan tampil di    St. Jakobshalle, Basel. Karena memang bukan cuma main di ganda putra saja. Tapi juga di ganda campuran bersama Ashwini Ponnappa.

Sebenarnya jika saja Chirag tak cedera, mereka berpeluang besar melaju ke perempatfinal Kejuaraan Dunia. Sebab, dari hasil undian mereka mendapatkan bye dan hanya akan turun laga di babak 32 besar. Dan yang lebih menguntungkan, calon lawan mereka di babak 32 besar merupakan pasangan-pasangan yang di atas kertas kualitasnya berada di bawa mereka.

Diketahui, Satwiksairaj/Chirag hanya akan berhadapan dengan pemenang laga antara ranking 34 dunia, Bodin Isara/Maneepong Jongjit dengan ganda putra Scotlandia, Alexander Dunn/Adam Hall.

Baca: Kisah Termalu Maharaja Bulutangkis Dunia Dinodai Ahsan/Hendra