Politik

Alasan Prabowo dan Anies Pantas Jadi Presiden

Alasan Prabowo dan Anies Pantas Jadi Presiden

Sebanyak lima tokoh dan kepala daerah mendapatkan elektabilitas tinggi jika pesta demokrasi pemilihan presiden dilakukan pada saat ini.

Lembaga survei Median menyebutkan, Prabowo Subianto mendapat suara terbanyak dengan 18,8 persen, Anies Rasyid Baswedan 15,8 persen, Sandiaga Uno 9,6 persen, Agus Harimuti Yudhoyono 8,3 persen dan Ridwan Kamil 5,7 persen.

Ada beberapa alasan responden memilih Prabowo Subianto sebagai calon presiden, di antaranya, karena dianggap tegas 34 persen, berwibawa 12,1 persen, berani 4,4 persen dan Prabowo juga dianggap mampu memimpin 4,4 persen.

"Nah Pak Prabowo menempati popularitas tertinggi sampai saat ini itu sebenarnya karena satu popularitasnya lebih tinggi," kata Direktur Median, Rico Marbun di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, dikutip dari VIVAnews, Senin, 24 Februari 2020.

Kemudian, alasan responden memilih Anies yaitu, karena religius dan dekat dengan ulama 15,1 persen, cerdas dan pintar 11,3 persen dan tutur kata bagus 8,8 persen.

"Orang mengatakan Pak Anies Baswedan ini religius atau dekat dengan ulama, mungkin ya karena selama ini dekat dengan gerakan 212, sejarahnya terpilih di 2017," katanya.

Sedangkan, alasan masyarakat memilih Sandiaga Uno karena alasan cerdas dan pintar (14 persen), peduli dan dermawan (8,7 persen), pengusaha (8,7 persen), serta muda (5,8 persen) dan ganteng (5,2 persen).

Selanjutnya, alasan publik memilih Agus Harimuti Yudhoyono karena dianggap muda 13,3 persen, penerus ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono 12,7 persen dan tegas 12,0 persen.

Lalu, Rico mengungkapkan, alasan responden memilih Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, karena dianggap kreatif dan inovatif 13,6 persen, merakyat 9,1 persen, cerdas dan pintar 9,1 persen, dan sopan 9,1 persen.

Survei ini dilakukan pada rentang pekan I - II Februari 2020, dengan melibatkan 1.200 responden, dimana populasi survei adalah seluruh warga yang memiliki hak pilih dan tersebar di 34 provinsi.

Metode yang digunakan adalah teknik multistage random sampling ultistage  dan proporsional atas populasi provinsi dan gender.

Demografi responden ada di tingkat desa 51,9 persen dan kota 48,1 persen. Responden beragama Islam 88,4 persen, katolik 2,6 persen, protestan 7,3 persen, dan hindu 1,7 persen.

Adapun survei ini punya margin of error sebesar 2,8 persen di tingkat kepercayaan 95 persen. Quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada.