Politik

Amien Rais Bongkar Kejanggalan Peristiwa Berdarah di Kongres PAN

Amien Rais Bongkar Kejanggalan Peristiwa Berdarah di Kongres PAN

Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais angkat bicara terkait peristiwa yang terjadi saat Kongres PAN ke lima di Kendari, Sulawesi Tenggara dua pekan lalu. Amien pun membongkar sejumlah kejanggalan saat kongres berlangsung.

Dalam video yang diunggah akun instagram @amienraisofficial, pada Rabu 26 Februari 2020 dan dikutip VIVA, Kamis 27 Februari 2020, Amien menyebut kongres PAN tersebut sebagai kongres ‘jadi-jadian.’

“Saya membuat video singkat ini, mungkin agak terlambat setelah selesainya kongres PAN di Kendari. Tapi saya harus tampil  menyampaikan sudut pandang saya yang saya lihat yang saya saksikan berbagai keanehan dan kejanggalan dari kongres PAN,” ucap Amien di awal video.

Kerahkan 1.300 polisi

AMien mengaku heran dengan melihat suasana kongres saat itu seperti kongres teroris. Di mana ada 1.300 polisi yang dikerahkan di halaman hotel kemudian lobby seluruh lorong lobi ada pagar betis bahkan ada beberapa ratus Brimob kiriman dari Makassar.

“Tapi ini agak berlebihan, peserta kongres 590 yg datang 1.300 berarti seolah olah satu orang diawasi oleh dua orang polisi,” ujarnya.

Kongres tidak lazim

Amien juga mengungkapkan bahwa kongres PAN kelima dinilai tidak lazim karena hanya ada formatur tunggal.

“Ini kongres nasional tidak lazim sama sekali, tidak ada pandangan umum, tidak ada laporan pertanggunjawaban, tidak ada narasi mau ke PAN lima tahun ke depan, tidak ada resolusi, kemudian ditutup. Pembukaan 10 malam Februari, lalu tanggal 11 sudah selesai, yang penting ketok palu, formatur tunggal,” ungkap Amien dalam video tersebut.

Banyak pasal dilanggar

Selain itu Amien juga menyebut banyak pasal-pasal di anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang dilanggar.

"Memang jelang Kongres PAN itu, DPP di bawah Zulkifli Hasan melakukan hal-hal yang sesungguhnya tidak pantas. Banyak sekali pasal-pasal AD/ART yang dilanggar. Kemudian SC-nya (steering committee) pun juga tidak begitu adil. Bahkan 100 persen OC (organizing committee) itu dari katakanlah kubunya Zulkifli Hasan)," sebut Amien.

"Jadi, ini kejanggalan. 17 DPD di-plt. Kemudian di seluruh musdalub dalam tempo kurang dari 10 hari, deadline-nya 31 Januari. Padahal 10 Februari kongres," kata dia.

Ada penyusup 

Amien juga meminta agar kejadian di kongres PAN Kendari dapat dipertanggungjawabkan. Dia juga menyampaikan ada puluhan penyusup, bertubuh besar tanpa pakaian yang rapi tapi dan semuanya memiliki kartu peserta (ID Card) sebagai peninjau.

“Mereka berbadan besar dan bertato, saat disuruh keluar tidak mau,” ucap Amien.

Untuk diketahui, saat kongres dilangsungkan, terjadi kerusuhan. Kader PAN mengamuk di dalam ruang rapat. Bahkan akibatnya banyak kader yang bersimbah darah akibat kena  lemparan kursi.