Politik

Bertemu Jokowi, PSI Sodorkan 44 Nama Calon Menteri

Bertemu Jokowi, PSI Sodorkan 44 Nama Calon Menteri

VIVA – Puluhan kader dan pimpinan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis sore 18 Juli 2019.

PSI adalah salah satu partai pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Namun sayangnya suara akhir pemilu legislatif mereka tidak tembus ambang batas parlemen 4 persen.

Pada saat sejumlah partai pengusung mengajukan nama-nama kadernya menjadi calon menteri, Ketua Umum PSI Grace Natalie mengaku mereka tidak mengajukan. Namun PSI menyerahkan hal tersebut kepada Jokowi apakah membutuhkan kader PSI di dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan.

"Kami menyatakan bahwa PSI ini banyak di antara kami yang masuk ke politik inspirasinya dari pak Jokowi. Spirit kami itu inspirasinya pak Jokowi. Jadi, apakah kita akan bisa tetap membantu Beliau atau tidak, kami serahkan kepada beliau," kata Grace usai pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis sore 18 Juli 2019.

Kabinet milenial disebut-sebut bakal mengisi beberapa pos menteri 2019-2024. Jokowi juga mengakui itu. Sementara PSI memang dikenal dengan partai yang mayoritas anak muda.

Grace pun mengakui bahwa dia memperkenalkan sejumlah kader milenial PSI. Bahkan menurut dia, ada 44 nama yang disodorkan.

"Kami perkenalkan siapa saja kader-kader muda di PSI, kan ada 44 orang, Beliau mengajak ngobrol tadi. Ada Giring, Guntur Romli, Tsamara," kata dia.

Atas nama-nama kader milenial itu, Grace mengatakan menyerahkan sepenuhnya ke prerogatif Presiden Jokowi jikalau tertarik meminang kader-kader yang diajak berdiskusi itu.

"Kalau nanti ada yang spec-nya dirasa cocok oleh kebutuhan pak Jokowi, kan Beliau sudah lihat langsung dan berbincang-bincang. Ya kita tunggu pak Jokowi yang paling mengerti apa yang menjadi kebutuhannya saat ini," kata Grace.

Lanjut mantan presenter tvOne itu, PSI akan sangat bersyukur jika ada kader-kadernya yang dinilai mampu membantu Jokowi-Ma'ruf. Namun kata dia, PSI tidak akan berhenti membantu apabila nantinya tidak ada kadernya di kabinet.

"Kalau tidak, kita akan tetap berjuang lewat DPRD, media sosial, keberadaan PSI di seluruh Indonesia, kita akan tetap support pak Jokowi sampai titik darah penghabisan di periode kedua," ujar dia.