Politik

Cak Imin Beberkan Visi Politik Internasional PKB

Cak Imin Beberkan Visi Politik Internasional PKB

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuat gebrakan, dengan mengumumkan visinya tentang haluan poltik internasional. Ini sebagai penjabaran dari wawasan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa kedalam strategi politik.

"Untuk menapakkan posisi Indonesia diantara bangsa-bangsa dunia sebagai salah satu kontributor utama dalam memperjuangkan kemuliaan peradaban umat manusia," kata Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dalam keterangnya, Selasa 7 Juli 2020.

Cak Imin mengatakan, bahwa prinsip-prinsip universal yang harus diusung sebagai haluan politik internasional Indonesia, berdasarkan wawasan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa Indonesia.

Pertama, memperlakukan sesama secara adil dan sederajat, tanpa memandang suku atau agama, tanpa permusuhan atau kebencian, dan tanpa berusaha meminggirkan atau menyingkirkan.

Kedua, lanjut dia, menerima dan menghormati negara bangsa yang berdaulat sebagai sistem politik yang mengikat warga dari setiap bangsa, tanpa menyebarkan atau mengejar agenda supremasi terhadap bangsa lain.

Kemudian, yang ketiga, menerima dan menghormati hukum negara sebagai tatanan yang mengikat semua warganya, dan tidak memberikan ruang bagi siapapun untuk menjadikan agama sebagai pembenaran atas tindakan melawan hukum. Apalagi untuk menghasut dan atau berpartisipasi dalam pemberontakan terhadap otoritas yang sah.

Sedangkan keempat, memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Prinsip-prinsip universal itu adalah jawaban bagi bermacam kemelut yang melanda dunia internasional dewasa ini," katanya.

Sebagaimana diketahui, sejak 2018 PKB telah diterima sebagai anggota Centris Democrat Internasional (CDI), sebuah koalisi politik internasional beranggotakan lebih dari 150 partai politik dari berbagai negara di seluruh dunia.

Sejak menjadi anggota, PKB telah berhasil menggolkan tiga resolusi yang diterima secara aklamasi oleh CDI. Resolusi-resolusi itu diusung dalam konteks gerakan global Islam untuk kemanusiaan (Humanitarian Islam).

Salah satunya memuat hasil-hasil Bahtsul Masail Maudlu’iyyah dari Musyawarah Nasional Alim-Ulama Nahdlatul Ulama di Kota Banjar pada awal 2019 yang lalu.

“Partai Kebangkitan Bangsa bertekad untuk mengusung panji-panji kontribusi Indonesia bagi kemanusiaan dan peradaban dunia," katanya.