Politik

Larangan Presiden ke Kediri, Ada Kesan Kekuasaan Jokowi dalam Tekanan

Larangan Presiden ke Kediri, Ada Kesan Kekuasaan Jokowi dalam Tekanan

Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, mengaku memperingatkan Presiden Joko Widodo untuk tidak berkunjung ke Kota Kediri, Jawa Timur. Dia melarang Jokowi ke Kediri karena dia percaya Kediri sebagai daerah angker untuk presiden.

Pramono mengaitkan dengan mitos kutukan. Konon, presiden yang berkunjung ke Kediri kekuasaannya akan mengalami gangguan atau tekanan.

Pramono menceritakan bahwa dahulu, Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sempat berkunjung ke Kediri. Setelah itu, ada gejolak di Ibu Kota hingga terjadi pelengseran Gus Dur dari kursi Presiden RI. Pramono tidak ingin Presiden Jokowi bernasib sama seperti Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Namun, mitos itu dibantah oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief.  Disebutnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah berkunjung ke Kediri dan pemerintahan SBY tetap kuat.

"Tahun 2007, SBY mengunjungi Kediri. Kunjungan kedua di tahun 2014," kata Andi Arief lewat Twitter yang dikutip pada Senin, 17 Februari 2020.

Menurut dia, sebenarnya Pramono sangat mengerti bahwa tidak ada hubungan antara Kediri dengan pudarnya kekuasaan Presiden Jokowi. Tampaknya, Pemerintahan Jokowi sedang mengalami tekanan.

"Ada pesan mendalam bahwa kekuasaan Pak Jokowi sedang dalam berbagai tekanan yang tidak mudah," ujarnya.

Sementara itu mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden SBY, Roy Suryo mengatakan, semua tergantung niat dan tujuannya. Karena, Presiden RI itu pemimpin semua rakyat.

"Semua tergantung niat dan tujuannya. Seorang Presiden adalah pemimpin semua rakyatnya, jadi harus juga ke Kediri," kata Roy.

Ia percaya dengan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, tidak takut dengan sebangsa makhluk halus.

"Saya percaya Pak @jokowi dan @Kiyai_MarufAmin meski dekat dengan @pramonoanung, tetapi tidak takut dengan gendruwo, tuyul, banaspati, wedon, apalagi setan lengser kan?" ucapnya.