Politik

Pendiri Bumi Datar Dibakar Ternyata Politikus Cerdas Pengagum Jokowi

Pendiri Bumi Datar Dibakar Ternyata Politikus Cerdas Pengagum Jokowi

VIVA – Banyak sisi kehidupan dari M. Adi Pradana alias Dana, korban pembunuhan sadis ibu tirinya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan dan dibakar di dalam mobil di Sukabumi, Jawa Barat.

Selain sebagai salah satu pendiri komunitas bumi datar Indonesia, Flat Earth 101, pemuda yang berusia 23 tahun itu banyak aktivitasnya. Dana tak cuma aktif dalam dunia kebumidataran saja, ternyata dia juga menikmati bidang politik dan kebangsaan.

Dari bidang politik, Dana ternyata adalah kader aktif salah satu partai politik.

"Dia seorang politikus militan dari partai PKB, seorang pengagum Presiden Jokowi, seorang musisi jenius, seorang multi talenta yang menurut saya dan kawan-kawan, almarhum selalu menjadi perbincangan di belakang, yang mengagumi kepintarannya dalam hal apa pun," ujar sahabat dekat Dana, Lalu Eldam Khamel kepada VIVA.co.id, Kamis 29 Agustus 2019.

Kepedulian Dana pada bidang politik dan nasional itu membawanya bertemu dengan anak-anak muda progresif, sampai dia membentuk sebuah gerakan bernama Anak Muda Bangkit.

Bersama dengan Lalu Eldam dan kawan lainnya, Dana membentuk Anak Muda Bangkit. Lalu mengungkapkan, gerakan ini berupaya mengembalikan kesadaran anak muda Indonesia dalam menjaga dan melestarikan kemurnian Pancasila.

"Selain itu, untuk edukasi politik berdasarkan moto Anak Muda Bangkit yaitu lihat, dengar, belajar. Maksudnya adalah pahami kata-katanya, simak artinya, pelajari apa yang dimaksud, dengar apa yang dibicarakan tanpa melihat siapa yang berbicara. Kita menanamkan prinsip dasar ideologi tersebut ke dalam jiwa anak muda bangkit," jelas Lalu Eldam.

nih: Ayah Anak Dibakar dan Terputusnya Riset Bumi Datar

Dalam gerakan Anak Muda Bangkit ini, Dana menjadi salah satu pendiri sekaligus menjabat sebagai Vice President Anak Muda Bangkit. Selain Dana, dua pendiri lain Anak Muda Bangkit yaitu Nadhila Chairannisa yang menjabat sebagai President dan Lalu Eldam Khamel yang menjabat sebagai analis politik.

Kepeduliannya pada bidang politik dan kebangsaan ini juga membawa Dana menghadiri forum anak muda. Dalam sebuah kesempatan, Dana bersama kawan-kawan Anak Muda Bangkit menghadiri undangan diskusi. Dalam forum tersebut, Dana berinteraksi dengan politikus muda Partai Solidaritas Indonesia, Tsamara Amany Alatas.

Dana dan ayahnya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili, menjadi korban pembunuhan sadis dengan otak intelektual adalah Aulia Kesuma, yang merupakan istri Pupung dan ibu tiri Dana.

Ayah dan anak itu dibunuh di Lebak Bulus dengan diracun dan diminumi minuman keras pada Jumat malam 23 Agustus 2019.

Dalam menjalankan aksi biadabnya, Aulia menyewa empat pembunuh bayaran. Setelah mengeksekusi keduanya pada Jumat malam, Aulia dan putranya yang lain, Kelvin membawa mayat keduanya ke Sukabumi pada Minggu 25 Agustus 2019. Di Sukabumi, mereka memutuskan membakar mobil beserta kedua mayat pada Minggu siang 25 Agustus 2019 untuk menghilangkan jejak pembunuhan mereka.