Politik

Sekjen Gerindra Sebut Pencekalan Kivlan Zen Tambah Bikin Ruwet

Sekjen Gerindra Sebut Pencekalan Kivlan Zen Tambah Bikin Ruwet

VIVA – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengaku telah mendengar kabar bahwa mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zen dicekal untuk berpergian ke luar negeri.

Menurut Muzani, langkah polisi itu yang juga belum lama menetapkan Ustaz Bachtiar Nasir sebagai tersangka, sangat disayangkan.

"Kami sangat menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang hari ini memberikan status kepada Pak Kivlan dan Ustaz Bachtiar Nasir sebagai tersangka," kata Muzani di rumah dinasnya, Jakarta, Jumat malam, 10 Mei 2019.

Muzani menambahkan, langkah polisi kepada dua tokoh ini justru memperkeruh suasana. Di mana dinamika politik kian memanas jelang pengumuman hasil pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum pada 22 Mei mendatang.

"Saya kira ini bukan menyelesaikan masalah tapi bikin masalah. Makin panas, makin ruwet," ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, membenarkan pencekalan Kivlan Zen tersebut.

"Dia dicekal, kok. Ya dicekal (ke luar negeri)," kata Argo saat dikonfirmasi wartawan.

Argo menyebut pencegahan Kivlan ke luar negeri sudah lewat prosedur yang ada. Surat pencegahan telah dikirim ke pihak Imigrasi.

"Ya. Sudah dikirim (ke Imigrasi)," katanya lagi.

Kivlan terjerat kasus penyebaran berita bohong alias hoax pada 7 Mei 2019. Laporan bernomor LP/B/0442/V/2019/Bareskrim.

Kivlan diduga melakukan tindak pidana itu pada 6 Mei 2019, pukul 20.00 WIB dan terancam sejumlah pasal antara lain UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15 terhadap keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 juncto Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis juncto Pasal 107.