Politik

Sosok Faldo Maldini yang Mundur dari PAN, Maju di Pilkada Sumbar

Sosok Faldo Maldini yang Mundur dari PAN, Maju di Pilkada Sumbar

VIVA – Politikus Faldo Maldini mengundurkan diri dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan jabatannya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PAN. Dia dikabarkan akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Barat (Pilkada Sumbar) 2020 lewat partai anak muda, Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Surat pengunduran dirinya ditembuskan kepada Sekjen PAN dan Ketua Fraksi PAN tertanggal 3 Oktober 2019. Kabar Faldo akan ikut Pilkada Sumbar periode 2020-2025 di tanah kelahirannya seiring dengan muncul baliho dirinya di sejumlah titik di Padang.

Berikut ini sejumlah fakta soal Faldo Maldini, diolah dari sejumlah sumber.

Baru 29 tahun

Faldo merupakan politikus muda di bawah usia 30 tahun. Dia lahir di Padang, Sumatera Barat pada 9 Juli 1990. Dengan demikian, usianya saat ini baru menginjak 29 tahun.

Pendidikan

Faldo mengenyam kuliah di Universitas Indonesia (UI) jurusan Fisika. Setelah itu, dia melanjutkan program pascasarjana di Department of Physics of Imperial College London bidang Plastic Eletronic Materials.

Aktif Berorganisasi dan Berprestasi

Saat kuliah di UI, Faldo pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Departemen Fisika UI pada 2010, Ketua BEM FMIPA UI pada 2011 dan Ketua BEM UI pada 2012. Saat kuliah S1, Faldo pernah meraih peringkat 3 pada kompetisi Mahasiswa berperstasi pada 2011 lalu.

Sementara ketika kuliah S2, dia menjadi Ketua Perhimpunan pelajar Indonesia United Kingdom (PPI UK) pada 2013-2014. Sebagai Ketua PPI UKI, faldo memimpin 32 cabang yang etrsebar di wilayah Inggris. Dia bersama Selvin Andika ZM menggagas portal dengan tujuan untuk menyatukan orang Minang di kampung halaman dan di perantauan bernama Pulangkampuang.com.

Baliho Faldo Maldini

Jadi Wasekjen PAN

Faldo menjabat sebagai Wasekjen PAN pada tahun 2018. Tugasnya sebagai Wasekjen, yakni koordinasi dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN di daerah. Selain itu, membangun sistem pengkaderan hingga menyukseskan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pada pemilihan presiden (pilpres) kemarin.

Mundur dari PAN

Tak lama menjabat Wasekjen Pan, Faldo memilih untuk mengundurkan diri dari PAN dan jabatannya di PAN setelah melakukan konsultasi dua kali dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan tiga kali konsultasi dengan Sekjen PAN Eddy Suparno. Dalam surat pengunduran dirinya, dia mengatakan bahwa keputusan itu diambil secara sadar, penuh pertimbangan, tanpa paksaan dan intervensi dari pihak mana pun.

"Saya mundur melalui mekanisme yang dijunjung tinggi oleh PAN, yakni diskusi dan dialog," tulisnya.

Dia menjelaskan bahwa pengunduran dirinya diambil untuk menghindari kegaduhan karena Faldo mendapat dukungan dari partai politik lain untuk mencalonkan diri dalam pilkada. Selain tak ingin menimbulkan kegaduhan di internal PAN, dia juga ingin fokus dalam proses pencalonan kepala daerah.