Tekno

Ada Kabar Baik Bagi yang Suka Berbagi Informasi COVID-19 di Twitter

Ada Kabar Baik Bagi yang Suka Berbagi Informasi COVID-19 di Twitter

Tak hanya berteman di dunia nyata, kini jejaring sosial di dunia maya bisa dimanfaatkan untuk menambah relasi. Tak hanya itu, media sosial seperti Twitter, kerap menjadi wadah bagi seseorang untuk memberikan sebuah informasi.

Terkait adanya pandemi virus COVID-19 di berbagai negara di dunia, Twitter ingin memudahkan para ahli kesehatan untuk bisa diverifikasi. Saat ini, media sosial berlogo 'Burung Biru' itu sedang melakukan persiapan untuk mewujudkannya.

Perusahaan asal Amerika Serikat itu, berencana membuka program verifikasi lebih cepat, untuk membantu meningkatkan akun-akun yang menyediakan pembaruan informasi kredibel, terkait virus COVID-19.

Pembaruan ini muncul setelah Twitter secara agresif untuk mengalahkan gelombang hoaks dan disinformasi lain, yang banyak beredar di berbagai lini media sosial terkait virus yang lebih dikenal dengan nama Corona itu.

Gara-gara Ada Corona, Nonton Youtube Jadi Lemot

Sebelumnya, Twitter mengumumkan, akan melarang cuitan obat palsu atau informasi ilmiah yang tidak akurat. Kini, media sosial ini berupaya memerangi berita bohong meluas ke verifikasi. Dalam serangkaian cuitan di Twitter Support, disebut telah ada ratusan akun yang diverifikasi.

"Kami bekerja sama dengan otoritas kesehatan publik global untuk mengidentifikasi para ahli dan telah memverifikasi ratusan akun," demikian keterangan Twitter, dikutip VIVA dari laman Engadget, Sabtu 21 Maret 2020.

Juru bicara Twitter juga mengatakan, perusahan saat ini bekerja dengan organisasi mitra seperti World Health Organizations untuk mengidentifikasi akun yang harus diverifikasi.

Twitter juga menjelaskan langkah-langkah yang harus diambil oleh akademisi dan pekerja organisasi, serta lembaga kesehatan masyarakat, agar akunnya bisa lebih berkelas dan terpercaya.

Pihak perusahaan juga meminta referensi bio Twitter dan link ke institusi tempat bekerja. Termasuk juga laman yang ditautkan menyertakan referensi kembali ke akun Twitter itu

"Kami memprioritaskan akun Verification for Twitter yang memiliki alamat email yang terkait dengan organisasi dan lembaga yang berwenang," tulis Twitter.