Tekno

Alat Tes Buatan AS Bisa Deteksi COVID-19 Dalam 5 Menit, BPOM Merestui

Alat Tes Buatan AS Bisa Deteksi COVID-19 Dalam 5 Menit, BPOM Merestui

Perusahaan kesehatan Amerika Serikat (AS), Abbott, mengaku jika alatnya dapat memberi hasil tes Virus Corona COVID-19 hanya dalam lima menit. Alat ini telah disetujui untuk penggunaan darurat di negeri Paman Sam dan sudah mendapat restu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) AS atau Food and Drug Administration (FDA).

Tes tersebut menggunakan platform kecil ID portable, sehingga tidak harus dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Sebagai gantinya, tes dapat dilakukan langsung di ruang gawat darurat dan bisa mengurangi waktu tunggu pasien yang menjalani tes COVID-19.

Dokter dapat mengambil swab dari hidung atau tenggorokan pasien dan kemudian memasukannya ke dalam mesin. Hasil akan keluar dalam waktu 15 menit, tapi akan lebih cepat jika hasilnya negatif, dikatakan sekitar 13 menit.

"Pengujian cepat pada ID NOW membuat penyedia layanan kesehatan bisa melakukan pengujian di luar laboratorium rumah sakit," ujar President and COO Abbott, Robert. B Ford, seperti dikutip dari The Verge, Senin, 30 Maret 2020.

Ini adalah alat kedua yang disetujui oleh FDA. Adapun yang pertama adalah dari perusahaan bioteknologi Cephid, yang membutuhkan waktu 45 menit untuk memberi hasil tes COVID-19. Alat ini diperuntukkan untuk ruang gawat darurat, sementara ID NOW akan digunakan di klinik.

Tes yang bisa memberi jawaban kilat sangat dibutuhkan di tengah keadaan genting seperti sekarang ini. Hasil tes dapat membantu tenaga medis dalam memberi masukan untuk pasien, tentang rumah sakit dan perawatan apa yang bisa pasien dapat.

Alat yang ditempatkan di klinik dokter juga akan membantu diagnosis untuk pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala dan membantu dari penyebab virus yang tidak diketahui.

Tes COVID-19 milik Abbott berbeda dengan standard tes di Amerika Serikat (AS). Biasanya sampel akan dikirim ke laboratorium untuk menggunakan metode PCR, yang mencari potongan materi genetik Virus Corona.

Alat ini juga mencari materi genetik namun bekerja pada suhu tunggal. "Itulah sebabnya perangkat yang kami miliki mempunyai bentuk yang sangat kecil. Dalam waktu dekat kami juga akan mulai melakukan 50 ribu tes per hari," ungkap Ford.