Tekno

Denda Bonceng Anak di Depan Lebih Murah dari Pelat Nomor

Denda Bonceng Anak di Depan Lebih Murah dari Pelat Nomor

Meski tinggal di salah satu negara pengguna sepeda motor terbanyak di dunia, namun kesadaran masyarakat Indonesia saat berkendara masih rendah.

Hal ini bisa dilihat, dari masih maraknya pelanggaran lalu lintas yang ada di jalan raya. Mulai dari tidak mengenakan helm, hanya memasang satu pelat nomor, hingga membonceng lebih dari satu orang.

Padahal, sudah ada undang-undang yang mengatur tentang tertib saat berkendara. Jika dilanggar, maka bisa dikenakan hukuman dalam bentuk denda atau kurungan.

Meski demikian, hal itu seolah tidak membuat para pelanggar lalu lintas jera. Contohnya, masih banyak yang mengendarai motor dengan membonceng istri di belakang dan anak di depan.

 ?Suzuki Luncurkan LCGC Baru, Harganya Murah Banget

Padahal, sudah ada aturan bahwa hanya boleh membawa satu penumpang saja. Aturan itu tertuang dalam Pasal 106 Ayat 9 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dikutip Rabu 22 Januari 2020.

“Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tanpa kereta samping dilarang membawa penumpang lebih dari satu orang.”

Bila dilanggar, maka bisa dikenakan hukuman yang merujuk pada pasal 292, yakni terancam pidana kurungan maksimal satu bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.

Uniknya, denda tersebut nilainya lebih rendah ketimbang jika motor tidak dilengkapi dengan pelat nomor. Ada dua pasal yang mengatur tentang tanda nomor kendaraan bermotor atau TNKB.