Tekno

Giliran ARM Ngajak Putus Huawei

Giliran ARM Ngajak Putus Huawei

Desainer cip asal Inggris, ARM, mulai menunjukkan tanda-tanda akan putus kerja sama dengan Huawei setelah memutuskan hal serupa akibat keinginan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sebagaimana dilansir BBC, sebuah dokumen internal ARM menyebutkan agar para pegawainya mulai menghentikan bisnis dengan Huawei.

Manajemen ARM menginstruksikan kepada seluruh karyawannya agar menghentikan "semua kontrak, dukungan, dan hubungan-hubungan lainnya" dengan Huawei dan anak-anak perusahaannya dalam rangka mengikuti keputusan dagang AS.

Sebagaimana diketahui, ARM mendesain dasar dari prosesor mobile di seluruh dunia. Di catatan perusahaannya disebukan bahwa desainnya adalah "US origin teknology".

Tak pelak lagi keputusan ARM ini menjadi beban yang sangat berat bagi Huawei. Menurut para analis, hal ini akan sangat memengaruhi kemampuan Huawei untuk mengembangkan cipnya sendiri, di mana saat ini dibangun berdasarkan teknologi ARM.

Huawei buru-buru mengeluarkan statement. "Kami menghargai hubungan kami dengan para partner, tapi kami menyadari tekanan yang mereka alami sebagai akibat keputusan politis AS," demikian pernyataan Huawei.

Lihat artikel asli www.wartaekonomi.co.id