Tekno

Google Mau Rujuk Sama Huawei

Google Mau Rujuk Sama Huawei

Google baru-baru ini mengajukan permohonan lisensi kepada pemerintah Amerika Serikat (AS). Raksasa teknologi itu meminta izin untuk melanjutkan bisnisnya dengan perusahaan China.

Padahal, beberapa waktu lalu pemerintah telah melarang perusahaan teknologi bekerja sama dengan perusahaan asal negeri Tirai Bambu.

Dikutip dari situs Tech Radar, Kamis, 27 Februari 2020, peraturan tersebut membuat Google tidak lagi bekerja sama dengan Huawei, dan menarik sistem operasi Android dari semua perangkat Huawei.

Kabar ini datang tak lama setelah mereka memberi peringatan kepada pengguna ponsel Huawei soal keamanan pengunduhan aplikasi di toko aplikasi Huawei. Informasi tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden Google Play dan Android, Sameer Samat di suatu media.

Tidak lagi mendapat Google Android, Google Play Store dan sertifikasi Play Protect membuat perusahaan harus mengembangkan tokonya sendiri, Huawei Mobile Services dan AppGallery.

Belum jelas seberapa signifikan dampak yang mereka rasakan. Pasalnya, Mate 30 dan ponsel lipat Mate XS telah dirilis tanpa Android. Ponsel ini telah meluncur di Inggris, namun belum berhasil menembus negeri Paman Sam, Australia atau pasar barat lainnya.

Penjualan ponsel Huawei di barat saat itu terbantu karena penggunanya masih bisa mengakses aplikasi yang tersedia di Google Play Store, belum lagi platform Google lainnya, seperti Gmail, YouTube, Drive dan Google Maps.

Sementara toko aplikasi Huawei masih dalam tahap perluasan, ada beberapa platform mainstream yang masih absen, seperti WhatsApp, Instagram, Netflix dan Messenger.

Padahal, pada 2018, mereka berhasil mengambil alih posisi Apple dalam hal produsen smartphone terbesar kedua di dunia setelah Samsung. Banyak yang berharap hubungan keduanya segera membaik dan Huawei bisa terus mengembangkan perangkat yang berkualitas.