Tekno

Hoax Audrey Yu Bertemu Jokowi dan Kerja di NASA

Hoax Audrey Yu Bertemu Jokowi dan Kerja di NASA

VIVA – Nama Audrey Yu Jian Hui, atau biasa disapa Audrey Yu, belakangan ini mencuri perhatian dunia maya. Gadis yang disebut berasal dari Surabaya, Jawa Timur itu dikabarkan akan digaet oleh Presiden Jokowi untuk menjadi menteri lantaran memiliki prestasi dan kecerdasan yang luar biasa.

Sejumlah portal berita mengabarkan kisah hidup Audrey engan prestasi dan kejeniusannya. Beritanya viral pada Minggu, 7 Juli 2019. Ia dikatakan mampu menyelesaikan sekolah dasar hanya 5 tahun, tamat SMP 1 tahun, hingga lulus SMA pada usia 13 tahun.

Cerita tentang Audrey Yu yang saat ini viral itu bersumber dari media sosial. Bahkan, terdapat informasi bahwa Audrey sempat mendaftar TNI namun ditolak karena tak cukup umur, hingga bekerja untuk NASA dengan gaji Rp200 juta per bulan.

Tak hanya itu, kabar tersebut juga menambahkan bahwa Audrey sempat bertemu Jokowi di Jepang dan ditawari menjadi menteri. Karena cintanya pada Indonesia, Audrey langsung menyanggupi tanpa mempertanyakan berapa gajinya.

Akan tetapi, terkait menyebarluasnya cerita mengagumkan tentang Audrey tersebut, pihak keluarga mengonfirmasi bahwa hal itu hoax atau tidak benar. Melalui pesan WhatsApp tertanggal 7 Juli 2019, Budi Lukito yang merupakan ayah Audrey mengatakan, "Soal ditawari NASA dan ketemu Pak Jokowi adalah tidak benar."

Meski demikian, sumber tersebut mengatakan bahwa informasi terkait pendidikan Audrey adalah benar. Sementara tawaran untuk bergabung dengan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), saat ini VIVA telah terhubung dengan BPPT dan pihak Humas sedang dalam proses follow up.

Terlepas dari itu, karena berita Audrey Yu sudah viral di media sosial, warganet ramai menjadikannya perbincangan dan tak sedikit yang mempercayainya sebagai sebuah kebenaran. Bahkan ada yang mencetuskan pandangan bahwa Indonesia tak siap menerima anak sejenius Audrey sehingga ditolak saat mendaftar sebagai TNI.

Dalam menyikapi berita yang viral ini, sebaiknya masyarakat bersikap kritis. Meski hoaks Audrey bukan kebohongan yang bernilai negatif, VIVA masih menelusuri kebenarannya dengan mengonfirmasi pihak yang bersangkutan. (dhi)