Tekno

Kenapa Setelah Minum Kopi Jadi Ingin BAB? Ini Kata Sains

Kenapa Setelah Minum Kopi Jadi Ingin BAB? Ini Kata Sains

VIVA – Kopi adalah minuman kesayangan jutaan orang di seluruh dunia. Secangkir kopi di pagi atau sore hari, dipercaya dapat mendongkrak mood maupun memberi stamina bagi tubuh.

Sadarkah Anda, kandungan kafein pada kopi dapat merangsang keinginan untuk buang air besar? Menurut laporan Tech Explorist, sebuah studi menemukan bahwa 29 persen responden perlu pergi ke kamar mandi dalam waktu dua puluh menit setelah minum secangkir kopi.

Hal itu pula yang terjadi pada Ardi (35). Berdasarkan pengalamannya, setelah minum kopi, ia merasakan rangsangan ingin buang air besar. Ardi sendiri adalah penggemar kopi.

Lantas, mengapa ini terjadi?

Untuk mencari jawaban yang tepat, para ilmuwan di Texas memberikan asupan pada tikus berupa kopi yang dicampur bakteri usus. Asupan itu diletakkan dalam cawan petri. Ilmuwan kemudian menemukan bahwa kopi dapat menekan bakteri dan meningkatkan motilitas otot. Hasil ini terlepas dari kadar kafein yang dikandung kopi.

Para ilmuwan juga meneliti perubahan bakteri dalam tinja yang terpapar kopi. Mereka mempelajari komposisi tinja setelah tikus mencerna konsentrasi kopi yang berbeda selama tiga hari.

Studi ini juga mendokumentasikan perubahan pada otot polos di usus dan usus besar, dan respons otot-otot tersebut ketika terpapar langsung dengan kopi.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa pertumbuhan bakteri dan mikroba lain dalam tinja di cawan petri tersebut ditekan dengan larutan 1,5 persen kopi, dan pertumbuhan mikroba bahkan lebih rendah dengan larutan kopi 3 persen.

Xuan-Zheng Shi, Ph.D., ketua penulis penelitian dan profesor di bidang kedokteran internal di University of Texas Medical Branch, Galveston mengatakan, "Ketika tikus diberi asupan kopi selama tiga hari, kemampuan otot-otot dalam usus kecil untuk berkontraksi tampaknya meningkat. Yang menarik, efek ini tidak tergantung pada kafein, karena kopi bebas kafein memiliki efek yang sama dengan kopi biasa.”

Setelah tikus diberi kopi selama tiga hari, jumlah bakteri keseluruhan dalam tinja mereka berkurang. Menurut para ilmuwan, studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah perubahan mendukung bakteri baik atau sebaliknya.

Otot di usus bagian bawah dan usus besar tikus menunjukkan peningkatan kemampuan untuk berkontraksi setelah periode konsumsi kopi, dan kopi merangsang kontraksi usus kecil dan usus besar ketika jaringan otot terkena kopi langsung di laboratorium. (ren)